Pertama, program raksasa seperti pindah ibukota, hilirisasi, digitalisasi, dan makan siang gratis membutuhkan konsolidasi minimal 20 tahun agar tak goyah
Kedua, ganti presiden yang datang dari oposisi dapat mengganti program itu atau membuatnya gagal sebelum kematangan eksekusi program itu
Ketiga, koalisi partai semi permanen lebih dapat memastikan 4 program raksasa itu tercapai
Apa yang bisa membatalakan koalisi partai semi permanen?
Itu jika lahir presiden baru di 2029, 2034, 2039, yang lebih populer dari oposisi. Karena itu koalisi semi permanen 20 tahun ini perlu juga memastikan memiliki capres yang terpilih di pilpres 2029, 2034, dan 2039.
Prabowo dan Gibran, juga Jokowi, berada di momen historik, meletakkan fondasi 20 tahun menuju Indonesia Emas, 2045. Itu era Indonesia, sebagaimana diprediksi lembaga dunia, menjadi negara terbesar ke empat secara ekonomi.
Berdasarkan survei LSI Denny JA, terlepas dari kritik yang pasti ada, namun mayoritas opini publik sudah sangat kondusif. Mayoritas publik seperti menggelar karpet merah bagi dimulainya konsolidasi kekuasaan baru, di bawah komando Prabowo-Gibran.
*Link untuk data dan analisis lebih lengkap, dapat diklik di https://drive.google.com/file/d/1QLX0stunJCDijE3ge8A-kWoSUOEsluA9/view?usp=drivesdk. (ari)

