Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SIDOARJO

Pasar Soeroengan Baru Sidoarjo Segera Dibangun, Sejumlah Pedagang Akan Direlokasi

Pasar Soeroengan Baru Sidoarjo Segera Dibangun, Sejumlah Pedagang Akan Direlokasi

SIDOARJO,KANALINDONESIA.COM : Sudah sejak lama pasar tradisional “Soeroengan” bakal di revitalisasi, pasar tradisional yang terletak di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, itu termasuk menjadi maskot ekonomi di wilayah Sidoarjo bagian barat.

Rencananya pembangunan lapak pasar Soeroengan Baru akan menelan biaya sekitar 8,4 miliar, dengan estimasi pengerjaan sekitar 152 hari kalender atau setara dengan 5 bulan.

Seharusnya, pembangunan pasar itu di mulai tanggal (25/3/2024), namun, di lapangan terkendala teknis, yakni pedagang pasar Soeroengan enggan untuk di relokasi sementara, alasannya, menjelang lebaran, kebutuhan meningkat.

Meski dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah meminta pedagang pasar, mengosongkan lapaknya sejak tanggal (20/3/2023), namun mereka tetap saja mokong.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Penambangan, H.Helmy Firmansyah, mengajak rapat dengan kontraktor pemenang tender, pada Senin siang (25/3), dalam musyawarah tersebut mencetuskan, Pemerintah Desa diminta pihak kontraktor untuk berkirim surat kepada Disperindag Sidoarjo, dengan esensi surat, mengundurkan mulai pengerjaan pembangunan proyek.

“Seharusnya harus di kerjakan hari ini (25/3), karena kami sudah teken kontrak, kalau memang kemauan pedagang minta diundur setelah lebaran, ya apa boleh buat, kita coba mengajukan berita acara yang di bubuhi tanda tangan semua pedagang pasar,”ujar salah seorang tim kontraktor.

Itu adalah opsi pertama, untuk mengundur mulai pengerjaan proyek, bila opsi pertama ditolak oleh Dinas, opsi kedua, mau tidak mau pedagang pasar harus pindah ke lapak sementara yang telah disediakan oleh pihak Pemdes Penambangan.

Melihat dari sisi manfaat, sebetulnya para pedagang pasar banyak di untungkan dari pembangunan pasar Soeroengan Baru itu, karena areanya lebih bersih, rapi dan nyaman, tidak bocor. Tidak bercampur aduk seperti sekarang terlihat kumuh dan bau tak sedap menyengat di sana sini.

Dikatakan Kades Helmy,” Himbauan kami dari Pemerintah Desa, agar para pedagang pasar mengikuti program dari Pemkab Sidoarjo ini, dan tidak bersebrangan. Lagian kalau di hitung dari sisi margin, pedagang itu sudah berjualan berapa lama, mungkin sudah ada yang bisa naik haji berkali-kali, punya aset disana-sini. Untuk kali ini, kami memohon kepada pedagang untuk pindah sementara ke lapak yang telah kami sediakan sementara. Setelah pasar Soeroengan Baru nanti selesai, silahkan kembali lagi,” tegas Helmy. (Irwan _kanalindonesia.com)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita