KPK Segera Terbitkan Sprindik di Kasus Mantan Wakil Menkum dan HAM Eddy Hiariej

- Editor

Jumat, 5 April 2024 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dalam waktu dekat mengenai kasus yang pernah menjerat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Sharif Omar Hiariej atau Eddy Hiariej itu menjadi tersangka.

“Beberapa waktu lalu gelar perkara sudah dilakukan dan forum sepakat untuk diterbitkan surat perintah penyidikan baru dengan segera,” kata juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat, (5/4/2024).

Baca Juga :  Kirim Surat ke Jokowi Terkait Pansel, Berikut Pesan 9 Mantan Komisioner KPK

Ali mengatakan KPK memahami harapan dan masukan kritik masyarakat terkait penyelesaian perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ali menambahkan, KPK memastikan akan melanjutkan penyidikan perkara dugaan korupsi di Kementerian Hukum dan HAM tersebut.

Ali mengatakan kasus yang pernah menjerat Eddy sebenarnya belum pernah diuji sama sekali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dia mengatakan praperadilan yang dimenangkan oleh Eddy baru menguji keabsahan prosedur penetapan tersangka.

Baca Juga :  Kasus Vina Cirebon, Masyarakat dan Netizen Harus Cerdas, Jangan Sebar Opini Hoax yang Tidak Sesuai Fakta

“Perkembangan akan disampaikan,” ujar dia.

KPK memang pernah menetapkan Eddy Hiariej menjadi tersangka dalam kasus suap pengurusan kepemilikan perusahaan tambang. Eddy kemudian mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. PN Jakarta Selatan menggugurkan status tersangka Eddy Hiariej.

“Putusan tanggal 30 membatalkan status saya sebagai tersangka,” kata dia.

Berita Terkait

Kasus Vina Cirebon, Masyarakat dan Netizen Harus Cerdas, Jangan Sebar Opini Hoax yang Tidak Sesuai Fakta
Kirim Surat ke Jokowi Terkait Pansel, Berikut Pesan 9 Mantan Komisioner KPK
Geledah Kediaman Adik SYL, KPK Sita Dokumen dan Barang Elektronik
Presiden Jokowi dan Gubernur Jenderal Australia Bahas Penguatan Hubungan Antarmasyarakat
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Resmi Gubernur Jenderal Australia
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Fiktif di PT. AK, Timbulkan Kerugian Negara Rp46 Miliar
RUU Penyiaran: Menimbang Kebebasan Pers dalam Pusaran Reformasi Media
Said Basamalah Divonis 6 Bulan Penjara, Hakim Nilai Penuhi Unsur Penganiayaan

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 03:31 WIB

Kirim Surat ke Jokowi Terkait Pansel, Berikut Pesan 9 Mantan Komisioner KPK

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:15 WIB

Geledah Kediaman Adik SYL, KPK Sita Dokumen dan Barang Elektronik

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:31 WIB

Presiden Jokowi dan Gubernur Jenderal Australia Bahas Penguatan Hubungan Antarmasyarakat

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:23 WIB

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Resmi Gubernur Jenderal Australia

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:27 WIB

KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Fiktif di PT. AK, Timbulkan Kerugian Negara Rp46 Miliar

Jumat, 17 Mei 2024 - 06:33 WIB

RUU Penyiaran: Menimbang Kebebasan Pers dalam Pusaran Reformasi Media

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:05 WIB

Said Basamalah Divonis 6 Bulan Penjara, Hakim Nilai Penuhi Unsur Penganiayaan

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:08 WIB

Kabar Bahagia, Pemerintah Hapus Masa Kerja Sistem Kontrak PPPK

KANAL TERKINI

KANAL LAMONGAN

Edarkan Sabu, Sejoli Diringkus Satresnarkoba Polres Lamongan

Minggu, 19 Mei 2024 - 23:27 WIB

KANAL KEDIRI

SIWO PWI Kediri Siapkan Atlet di Ajang PORWANAS XIV Banjarmasin

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:20 WIB