Polsek Krembangan Tangkap Residivis Kasus Penganiayaan Sopir di Dupak Surabaya, Mertua Pelaku Masih DPO

- Editor

Rabu, 24 April 2024 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: KS (40), pelaku pengeroyokan sopir asal Kabupaten Tuban harus mendekam di balik jeruji besi penjara Polsek Krembangan, Surabaya.

Warga Dupak Bangunsari Surabaya itu melakukan penganiayaan terhadap korban, Andik Sudaryono (45) bersama mertuanya, B yang saat ini dalam pengejaran anggota Reskrim Polsek Krembangan, Surabaya.

Kapolsek Krembangan, Kompol Sudaryanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto menjelaskan penganiayaan sopir asal Tuban itu terjadi pada Jumat, 19 April 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Motif dari penganiayaan yang dilakukan mertua dan menantu ini atas dasar dendam dengan korban.

Baca Juga :  PKS Jatim Serahkan SK DPP untuk Ony Anwar dan Maidi di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun

“KS telah kami amankan di depan Bengkel Dupak Bangunsari sekitar pukul 23.30 WIB. Sedangkan B (mertuanya) masih kabur dan sedang kami buru keberadaannya,” katanya, Rabu (24/4/2024).

Menurut Suroto, B mengaku pernah dikeroyok oleh korban, memberitahu menantunya yang baru saja keluar dari penjara.

Ketika melihat korban sedang melintas di dekat rumahnya, keduanya pun langsung mendatangi korban dengan membawa besi di jarinya.

“Pelaku KS langsung mencekik korban. Saat itu B yang sudah siap langsung memukul kepala belakang korban menggunakan tangan kanan hingga kepala korban bocor, karena jarinya sudah dipasang besi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait

Akibatnya kepala korban bercucuran darah tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Saat kami ke lokasi, B sudah melarikan diri. B juga sopir sama seperti korban. Dendam karena pernah dikeroyok korban dan temannya,” jelas Suroto.

Pelaku KS merupakan seorang residivis atas kasus kepemilikan narkoba dan baru bebas satu bulan lalu.

Atas perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Krembangan Surabaya dan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara. **

Reporter: Ady_kanalindonesia.com

Berita Terkait

Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember
Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024
Hari Pertama Masuk Sekolah, Ratusan Siswa SDN Tamberuh Belajar Di Gerasi Rumah Warga
Terus Diakui Kinerjanya Bank Jatim Dinobatkan Sebagai BUMD yang Inovatif dan Ekspansif
Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait
PKS Jatim Serahkan SK DPP untuk Ony Anwar dan Maidi di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun
Siapkan Skema Untuk Menarik Investor ke Jember, Gus Fawait ingin Angka Pengganguran dan Kemiskinan Turun
Pangkoopsud I  Hadiri Malam Penganugerahan Hoegeng Award 2024

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 17:48 WIB

Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember

Senin, 15 Juli 2024 - 16:21 WIB

Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 09:23 WIB

Terus Diakui Kinerjanya Bank Jatim Dinobatkan Sebagai BUMD yang Inovatif dan Ekspansif

Senin, 15 Juli 2024 - 02:54 WIB

Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:56 WIB

PKS Jatim Serahkan SK DPP untuk Ony Anwar dan Maidi di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:49 WIB

Siapkan Skema Untuk Menarik Investor ke Jember, Gus Fawait ingin Angka Pengganguran dan Kemiskinan Turun

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:05 WIB

Pangkoopsud I  Hadiri Malam Penganugerahan Hoegeng Award 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 20:21 WIB

Kaskoopsud I Hadiri Rakor Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Sumatera

KANAL TERKINI