Ahli Bioteknologi Unair Bahas Nutrisi dan Risiko dalam Konsumsi Ikan Teri

- Editor

Kamis, 25 April 2024 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi ikan teri sebagai bagian dari pencegahan kematian dan penyakit menular menjadi perbincangan hangat. Baru-baru ini, suatu penelitian menyatakan bahwa konsumsi ikan teri secara luas dapat mencegah hingga 750.000 kematian pada tahun 2050.

Riset tersebut mengundang tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Heru Pramono SPi M Biotech PhD, ahli Bioteknologi Universitas Airlangga (UNAIR). Menurutnya, data yang mendukung klaim ini masih perlu diperkuat.

Manfaat Kandungan Ikan Teri

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa, kandungan asam amino dalam ikan teri memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi ibu hamil.

“Terdapat 20 jenis asam amino yang terkandung dalam ikan teri dapat mendukung kesehatan ibu hamil. Selain itu, kandungan kalsium sangat baik untuk tumbuh kembang janin,” tegas Heru kepada Unair News. Kamis, (25/4/2024).

Heru menilai, konsumsi ikan teri sebagai alternatif daging merah guna mencegah penyakit bukanlah pendekatan yang tepat. Meskipun kuantitas daging dalam ikan teri tidak sebanyak daging merah, namun menurut Heru konsumsi daging ikan lebih tepat sebagai suplementasi.

Heru juga meninjau manfaat kandungan omega-3 dalam ikan teri. Ikan kecil di laut biasanya mengkonsumsi plankton atau mikroba alam yang mengandung omega-3.

“Menurut penelitian, kandungan ini bermanfaat untuk perkembangan otak dan mencegah kardiovaskuler. Sedangkan kandungan kalsiumnya baik untuk pertumbuhan tulang,” tutur Heru.

Tidak hanya itu, menurut Heru, kandungan protein dalam ikan teri juga berperan sebagai bahan dasar penyusunan protein di dalam tubuh dan berpotensi sebagai anti kanker.

Saran Pengolahan Ikan Teri

Mengenai proses pengolahan ikan teri yang benar, Heru menyarankan untuk memperhatikan kebersihan dan kesegarannya.

“Ikan teri yang segar memiliki sedikit bakteri dan aman dikonsumsi. Meminimalkan proses pemasakan, seperti durasi masak singkat atau penyajian utuh, untuk mengurangi panas dan menjaga nutrisi,” urainya.

Selain cara di atas, Heru juga menyarankan untuk menambahkan teri dalam telur goreng sebagai pengganti garam. Hal ini guna mengurangi konsumsi garam secara berlebihan. Lebih lanjut, Ia juga menganjurkan untuk konsumsi ikan teri dalam jumlah sedikit secara konsisten.

Pertimbangan Konsumsi Ikan Teri

Alih-alih, Heru turut mengimbau, agar mengkonsumsi ikan teri kering asin dengan tidak berlebihan. Pasalnya, ikan teri kering asin memiliki kadar natrium tinggi yang dapat memicu hipertensi. Ia pun menganjurkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam makanan lain atau menggunakan teri sebagai pengganti bumbu.

Selain itu, Heru juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kesegaran dan potensi kontaminasi bakteri pada ikan teri.

“Ada riset yang menyebutkan, ikan yang dipasarkan dalam kondisi tidak higienis rentan terpapar bakteri yang patogen. Salah satunya adalah Escherichia coli atau sejenis salmonella yang dapat membahayakan konsumen,” tegas Heru.

Heru tidak menganjurkan konsumsi ikan teri dalam kondisi mentah di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara tropis banyak sekali bakteri, kontaminan, dan patogen. Lebih lanjut, ia membandingkan konsumsi ikan teri di Indonesia dan Jepang, dimana penambahan wasabi digunakan untuk anti parasit.

Menuruti literatur yang ia baca, sambungnya, sejumlah bakteri sejenis anisakis hanya menyerang mamalia laut. Walaupun begitu, Heru menekankan untuk mempertimbangkan nutrisi yang diperoleh dan menghindari risiko kesehatan jangka pendek maupun panjang. (ari)

Berita Terkait

RSUD dr Sayidiman Magetan Miliki Klinik Pengobatan Tradisional
In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia
Pengelolaan Hipertensi dengan Terapi Oksigen Hiperbarik
Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi
PPDS Kedokteran Kelautan FK UHT, Dr. dr. Arif Rahman Nurdianto, M.Imun., M.H. Beri Paparan dalam seminar Internasional Imunology 2024
Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair
Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK
Berakhir Damai, 8 Gerai Es Krim Zangrandi Tiruan Resmi Ditutup
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:23 WIB

RSUD dr Sayidiman Magetan Miliki Klinik Pengobatan Tradisional

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:47 WIB

In Memoriam: Salim Said dan Empat Generasi Film Indonesia

Kamis, 16 Mei 2024 - 21:12 WIB

Pengelolaan Hipertensi dengan Terapi Oksigen Hiperbarik

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:44 WIB

Memperkuat Perekonomian Desa Melalui Bumdes dan Keterlibatan Perguruan Tinggi

Minggu, 5 Mei 2024 - 15:10 WIB

PPDS Kedokteran Kelautan FK UHT, Dr. dr. Arif Rahman Nurdianto, M.Imun., M.H. Beri Paparan dalam seminar Internasional Imunology 2024

Selasa, 30 April 2024 - 17:34 WIB

Indonesia Tempati Peringkat Teratas Judi Online, Ini Tanggapan Dosen Fisip Unair

Senin, 29 April 2024 - 16:56 WIB

Masa Depan Demokrasi Indonesia Pasca Putusan MK

Jumat, 26 April 2024 - 19:30 WIB

Berakhir Damai, 8 Gerai Es Krim Zangrandi Tiruan Resmi Ditutup

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB