Para guru juga terus ditingkatkan kapabilitasnya dengan aktif memberikan pelatihan digital IT. Bahkan Jawa Timur menjadi provinsi peserta terbanyak pada Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) 2023 yang diselenggarakan Kemendikbudristek, dengan total sebanyak 16.273 dari total 79.919 peserta.
Tak hanya itu, salah satu bukti keseriusan Khofifah dalam pengembangan sektor pendidikan juga diwujudkan dalam pemberian alokasi anggaran di tahun 2024.
Dimana sebelum purna tugas Khofifah sudah mematok anggaran APBD Jatim tahun 2024 sebesar 26,3 persen dari total belanja khusus untuk alokasi pendidikan. Bahkan alokasi belanja pendidikan sebesar 26,3 persen ini melebihi ketetapan undang-undang terkait alokasi pendidikan yang diwajibkan sebesar 20 persen.
“Hal itu bukti komitmen kami untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan Jatim. Mulai dari pengembangan kompetensi siswa, kompetensi guru, dan juga peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan,” tegas Khofifah.
Untuk itu, Khofifah kembali memesankan pada seluruh insan pendidikan untuk terus memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan Jatim. Dengan harapan akan semakin banyak lahir putra putri beprestasi dari Jawa Timur yang akan mengisi posisi-posisi strategis di saat Indonesia Emas 2045 mendatang.
“Untuk Guru-guru di Jatim, teruslah memberi teladan, Ing ngarso sung tulodo. Ing Madyo Mangun Karso, Ketika di tengah, membangkitkan semangat. Dan Tut Wuri Handayani, ketika di belakang mendorong dan memotivasi. Mendorong dari belakang supaya muridnya ini mandiri, independen dan merdeka. Begitulah Merdeka Belajar. Mari Bergerak Bersama, Maksimalkan Merdeka Belajar’. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2024,” pungkas Khofifah.

