Untuk itu ke depan, Khofifah juga mendorong agar Jawa Timur bisa meningkatkan jumlah desa mandiri. Saat ini diketahui ada 2.800 desa mandiri di Jatim. Yang merupakan tertinggi secara kuantitatif di Indonesia. Semakin banyak desa mandiri maka kesejahteraan masyarakatnya juga bisa diungkit.
Selain itu, Khofifah juga berpesan untuk peningkatan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dimana di Jatim dalam tiga tahun terakhir (2020-2023) angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun secara signifikan sebesar 3,58 persen atau 1.480.140 jiwa keluar dari kemiskinan ekstrim.
Kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4 persen atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 0,82 persen atau 331.980 jiwa pada Maret 2023.
Di akhir, Khofifah juga berpesan tentang pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat. Program di tahun 2025 harus terus menyisir dan memastikan bahwa seluruh warga masyarakat telah masuk dalam jaminan kesehatan nasional.
“Universal health coverage ini sangat penting bagaimana seluruh masyarakat bisa tercover dalam jaminan kesehatan, saya rasa di Jatim universal health coverage juga terus meningkat,” tegasnya
Dalam kegiatan ini hadir 200 orang yang terdiri dari 76 unsur kadinsos dan sungram se Jatim, Kepala Bappeda se jatim, Kepala UPT dan peksos, Pejabat administrator dan subkor dinsos dan juga forum tagana.
(Ari)

