Bagi umat muslim, ditegaskan Khofifah, Allah sejatinya sudah memberikan peringatan melalui Alquran Surat Annisa ayat 9. Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
“Jangan sampai dalam membangun sebuah keluarga kita melahirkan generasi yang lemah. Jangan sampai melahirkan generasi yang lemah fisiknya, lemah ekonominya, lemah imannya, lemah ibadahnya, lemah karakternya,” tegas Khofifah.
“Maka upaya untuk mencetak generasi yang unggul, cerdas berkualitas secara intelektual, emosi dan keimanan juga kesehatannya menjadi semangat yang nyata dalam membangun family resilliance,” imbuhnya.
Dan dalam hal ini peran ibu dikatakan Khofifah menjadi sangat penting. Sebab dalam ajaran Islam ibu adalah sekolah yang paling penting dan paling fundamental. Al Ummu Madrasatul Ula. Bahkan Kata Mahatma Gandhi, Ibu disebut “the mother of man”, Ibu dari semua manusia.
Penerapan nilai, pembentukan kebiasaan setiap anggota keluarga dan juga yang menentukan apa yang dikonsumsi keluarga juga lebih besar diperankan oleh seorang ibu. Sehingga kualitas dan peran ibu di sini sangat besar dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

