Sejak era sebelum Covid-19 hingga sekarang (2024), Jonminofri aktif dalam dua festival puisi esai tahunan.
Di Sabah Malaysia, dibiayai pemerintah setempat, berlangsung Festival Puisi Esai Tingkat ASEAN, yang di tahun 2024 ini sudah memasuki tahun ketiga.
Sedangkan di Indonesia, Festival Puisi Esai Nasional, di tahun 2024 memasuki tahun kedua.
Puisi esai dijadikan Jonminofri sebagai medium untuk juga mengabarkan sisi gelap dan unik dunia wartawan.
Kekerasan hingga pembunuhan wartawan itu memang isu penting untuk terus diberitakan. Isu ini bisa ditulis dalam bentuk makalah akademik, atau berita jurnalistik. Kedua bentuk tulisan itu harus setia pada fakta sebenarnya.
Sementara Jonminofri memilih menambahkan fiksi dalam fakta kekerasan wartawan itu agar lebih dramatis dan menyentuh hati.
Cara bertuturnya menjadi puisi esai. Sedangkan isi puisi esainya menggaungkan kembali true story, sepotong sejarah, di ruang publik agar kisah dunia wartawan itu lebih menggugah.

