“Kalau pasangan Warsubi dan Salman, mereka terlihat kacau soal masalah pendidikan, apalagi soal istilah distrut, itu saya cari di google gak ada istilah, wah kacau,” ujarnya.
Lebih lanjut Wiwin mengaku puas dengan jawaban dari Sumrambah soal strategi untuk mendorong ekonomi kreatif (Ekraf) di Jombang.
“Itu jawabannya sangat keren menurut saya ya, karena saya masih muda, dan jadi wirausaha, kemarin mas Rambah menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi 1 kekuatan dan menjadi satu tumpukan, pusat pelatihan sudah dibangun, bagaimana bisa berkembang ekonomi kreatif,” tuturnya.
Tak hanya itu, Wiwin mengaku Sumrambah juga mencontohkan beberapa usaha Ekraf yang dimotori oleh kalangan anak muda.
“Beliau mas Ramah mencontohkan seperti di Kedunglosari misalnya ada anak muda lulusan STM yang berjualan online, penghasilannya bisa tembus Rp 20 hingga 30 juta perhari,” katanya.
“Nah pada debat kemarin, mas Rambah bilang kalau mereka fasilitasi hal itu melalui media, influencer, dan mereka dorong kesana, semua berjalan bersama, sehingga pelaku ekonomi kreatif ini mampu aktualisasi dan mereka selama ini memfasilitasi sebagai pemerintah daerah,” ujarnya.
Perlu diketahui debat publik perdana yang diikuti oleh paslon nomor urut 1, Mundjidah Sumrambah (Mudah) dan paslon nomor urut 2, Warsubi Salman (WarSa) membahas tiga materi, yakni pendidikan, pembangunan, dan ekonomi.(Elo)

