Debat Publik Pertama Pilkada Kota Cirebon, Pasangan Calon Adu Gagasan untuk Cirebon yang Lebih Baik

FREDY 31 Okt 2024
Debat Publik Pertama Pilkada Kota Cirebon, Pasangan Calon Adu Gagasan untuk Cirebon yang Lebih Baik

Debat pertama pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon untuk pilkada 2024.

CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Debat publik pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon berlangsung pada Rabu (30/10/2024) di sebuah hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Mengusung tema Transformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, para pasangan calon (paslon) menunjukkan visi, misi, serta gagasan terbaik mereka di hadapan masyarakat.Debat publik pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon berlangsung pada Rabu (30/10/2024) di sebuah hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Mengusung tema Transformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, para pasangan calon (paslon) menunjukkan visi, misi, serta gagasan terbaik mereka di hadapan masyarakat.

Dalam sesi debat, paslon nomor urut 2, Eti Herawati dan Suhendrik, sempat mendapat sorotan dari paslon lain terkait program seragam gratis yang mereka tawarkan jika terpilih nanti. Eti Herawati menjelaskan bahwa pihaknya telah menghitung anggaran untuk merealisasikan program tersebut.

“Terkait seragam gratis, kita sudah ada kalkulasi anggaran. Di beberapa daerah lain program ini sudah berjalan, dan kami yakin bisa dilaksanakan di Cirebon pada 2026. Mohon doa restu agar Cirebon menjadi juara,” ujar Eti usai debat.

Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko, menuturkan bahwa debat publik pertama ini memberikan kesempatan bagi seluruh paslon untuk memaparkan ide-ide unggulan mereka demi kemajuan Kota Cirebon.

“Tema pertama ini bertujuan untuk menggali visi dan misi, serta program kerja yang diusung paslon demi Cirebon yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Debat publik kedua dijadwalkan pada 10 November 2024 mendatang. Mardeko menyebut bahwa tidak akan ada perubahan signifikan dalam format debat, namun tema yang diangkat akan berbeda untuk menguji wawasan pasangan calon secara lebih mendalam.