“Untuk perjalanannya diawali dari Desa Watugolong, Krian, pada tanggal 7 Juni 2024 oleh Ki dalang Slamet Darmawan, dengan lakon sang Gunawan (brubuh Alengka), yang ke-dua, di Desa Candinegoro, Wonoayu, pada tanggal 15 Juni 2024, oleh Ki dalang Rochmat Hadi dengan lakon wahyu katentreman, yang ketiga, di Desa Kedondong, Tulangan, pada tanggal 21 Juni 2024, oleh Ki Dalang Surono Tawar dengan lakon Semar Maneges, yang ke empat, di Desa Rangkah Kidul, Sidoarjo, pada tanggal 5 Juli 2024, oleh Ki Dalang Sigit Harimurti dengan lakon Krisna Gugah, yang ke lima, di Desa Wilayut, Sukodono oleh Ki dalang Bambang Sugio dengan lakon Sang Guru Maya, yang ke enam, di Kelurahan Urang Agung oleh Ki Dalang Ken Suro Digdoyo dengan lakon Wanara Singo,” papar Sukartini.
Selanjutnya, kata Sukartini, yang ke tujuh, di Desa Kedung Sukodani, Balongbendo, pada tanggal 3 Agustus 2024, oleh Ki Dalang Hadiyono dengan lakon Hanoman tambah umur, yang ke delapan, di Desa Kedung Peluk, Candi pada tanggal 10 Agustus 2024, oleh Ki Dalang Suwadji dengan lakon Badher Bang Sisik Kencono, yang kesembilan, di Desa Pabean, Sedati, pada tanggal 24 Agustus 2024, oleh Ki Dalang Surono Gondo Taruno dengan lakon Wahyu Nugroho, yang ke Sepuluh, di Desa Wage, Taman, pada tanggal 30 Agustus 2024, oleh Ki Dalang Didik Iswandi dengan lakon Wahyu Cakraningrat, yang kesebelas, di Desa Waru, Waru , pada tanggal 6 September 2024, oleh Ki Dalang Joko Supriyanto dengan lakon Gatotkoco Jumeneng, dan yang terakhir di Desa Candipari, Porong, pada tanggal 8 November 2024, oleh Ki Dalang Yohan Susilo dengan lakon Getih Putih,” tutup Sukartini. (Irwan_kanalindonesia.com)

