PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Mitos tidak ada Bupati Ponorogo yang menjabat dua periode berturut turut nyaris terpatahkan dengan kemenangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita dalam hitung cepat (quick count) di Pilkada serentak 2024.
Sugiri Sancoko yang dalam pemilihan tahun ini melawan Ipong Muchlisoni hingga pukul 19.29 WIB sementara menang dalam hitungan cepat(quick count).
Dari data sementara yang berhasil dihimpun, pasangan nomer urut 02 Sugiri Sancoko menang dengan perolehan 54,22 % dan paslon nomor urut 01 Ipong Muchlisoni- Segoro Luhur memperoleh suara 45,78 %.
Sedangkan hasil quick count pusat studi Otonomi Daerah Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Lembaga Survei Orbitpoll paslon nomer urut 01, Ipong Muchlisoni- Segoro Luhur memperoleh suara 45,9%, dan pasangan calon nomer urut 02 Sugiri Sancoko- Lisdyarita memperoleh suara signifikan 54,1%.
Perhitungan cepat masih berlangsung, belum mencapai final namun dari quick count posko pemenangan Rilis maupun lembaga dan perguruan tinggi hasilnya tidak jauh berbeda, semua menunjukan kemenangan Sugiri Sancoko diatas 50 persen.
Atas kemenangan secara hitung cepat tersebut, Sugiri Sancoko mengucapkan terima kasih kepada semua tim, relawan, simpatisan maupun masyarakat yang memilih dan memberikan kepercayaan dengan memilih paslon nomer urut 02 untuk memimpin Ponorogo.
“Menurut hitung cepat yang dilakukan lembaga independent kita dimenangkan oleh Allah SWT, itu bukan berkat saya hebat, tapi berkat doa jenengan dan air mata seluruh relawan dan masyarakat ponorogo, keiklasan serta kesadaran untuk menjadikan Ponorogo lebih hebat,” ucap Sugiri Sancoko.
Sugiri menambahkan,” tidak dengan duwit tapi dengan hati nurani, hati jernih, pikiran jernih dan untuk menjadikan Ponorogo lebih hebat,” tuturnya.
Sugiri mengajak semua masyarakat Ponorogo, relawan dan tim pemenangan malam untuk bersholawatan di Posko pemenangan.
“Mari malam ini kita bersholawatan, tidak boleh hura hura, arak-arakan, brong-brongan. Kita menghargai kepada siapa saja, kita rangkul teman teman kita yang ada di sebelah, bukan karena kalah menang, tapi karena membangun kebersamaan untuk kedewasaan dan kearifan yang luar biasa,”pungkasnya.

