Ponorogo Masuk Tahapan Seleksi Akhir Jejaring Kota Kreatif dari UCCN

ARSO 03 Jun 2025
Ponorogo Masuk Tahapan Seleksi Akhir Jejaring Kota Kreatif dari UCCN

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kabupaten Ponorogo berhasil melaju ke tahapan seleksi akhir dalam program Jejaring Kota Kreatif yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Creative Cities Network (UCCN). Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ponorogo sebagai salah satu daerah dengan potensi budaya dan kreativitas yang kuat di Indonesia.

Jejaring Kota Kreatif UCCN merupakan sebuah inisiatif global yang bertujuan menghubungkan kota-kota di seluruh dunia berdasarkan keunggulan kreativitasnya di berbagai sektor, seperti kerajinan dan seni rakyat, desain, media digital, musik, film, kuliner, dan lainnya.

Ponorogo dinilai memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang khas, terutama melalui seni Reog Ponorogo yang telah dikenal hingga mancanegara.

Dalam tahapan seleksi akhir ini, Ponorogo bersama Kota Malang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ponorogo, keberhasilan masuk seleksi akhir ini tidak lepas dari upaya pemerintah daerah bersama komunitas kreatif lokal yang aktif mengembangkan dan mempromosikan potensi budaya serta produk kreatif khas Ponorogo.

“Masuk ke tahap seleksi akhir ini menjadi bukti bahwa Ponorogo memiliki daya saing yang kuat di tingkat internasional. Kami optimis Ponorogo dapat menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif UCCN, yang akan membuka lebih banyak peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah kami,” ujarnya.

Proses seleksi akhir akan melibatkan presentasi dan verifikasi mendalam dari UCCN terhadap rencana strategis, program pengembangan kreatif, serta komitmen pemerintah daerah dan masyarakat. Hasil pengumuman resmi akan disampaikan dalam forum tahunan UCCN yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyambut pencapaian ini dengan penuh optimisme.

Ia berharap baik Ponorogo maupun Malang dapat melenggang mulus ke seleksi internasional dan resmi bergabung dalam jaringan kota kreatif dunia.

“Kami ingin pembangunan ekonomi Ponorogo tak hanya bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan, tapi juga bertumpu pada kekuatan budaya dan kreativitas,” ujar Sugiri.

Dalam pengajuan ke UCCN 2025, Ponorogo mendaftarkan diri pada kategori Crafts and Folk Art, yang mencakup beragam aspek seperti seni pertunjukan, kriya, kuliner, fashion, media, dan gastronomi.

Seleksi untuk mewakili Indonesia sendiri dilakukan secara ketat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang kemudian memilih Ponorogo dan Malang sebagai kandidat terbaik.

Dengan langkah maju ini, Ponorogo berharap bisa lebih dikenal sebagai kota yang memadukan tradisi dan inovasi kreatif, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi kreatif dan budaya lokal.

UCCN merupakan program global yang diluncurkan oleh UNESCO untuk mendorong kerja sama antar kota di seluruh dunia yang menjadikan kreativitas sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan. Hingga kini, lebih dari 350 kota dari berbagai negara telah tergabung dalam jaringan ini.

Pengumuman resmi kota-kota yang lolos dan akan bergabung dalam UCCN dijadwalkan pada akhir tahun 2025.