Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL DEPOK

Menko Muhaimin Iskandar dan Ribuan Jamaah Tarekat Hadiri Hari Guru di Surau Qutubul Amin

Menko Muhaimin Iskandar dan Ribuan Jamaah Tarekat Hadiri Hari Guru di Surau Qutubul Amin

Guru Mursyid ini melazimkan Hari Guru tersebut merupakan hari ziarah akbar bagi segenap murid tarekat di bawah bimbingannya, yang tersebar di Indonesia maupun negara-negara lain di dunia. 

“Sesuai amanah Beliau, kami sebagai anak murid wajib melazimkan ziarah akbar memperingati Hari Guru ini,” imbuhnya.

Tahun ini, murid-murid tarekat Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya yang dari luar negeri juga ikut datang berziarah Hari Guru. Mereka ada yang dari Inggris, Malaysia, Singapura, Australia, termasuk Amerika.

”Pimpinan Surau-surau Negara Serumpun Malaysia juga ikut hadir,” jelas Abangda Suroso, Khadam Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya era tahun-tahun menjelang berlindungnya Sang Mursyid ini. 

Momen ini, sekaligus memperingati hari akbar para ahli silsilah tarekat Naqsyabandiyah Khalidyah yang ilmunya bernasab dari Nabi Muhammad SAW diturunkan ke Sayyidina Abu Bakar. Hingga kemudian pada tahun 1952, Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya dinisbatkan sebagai ahli silsilah ke 35 oleh guru-guru tarekat yang pernah berkhidmat di Jabal Qubais, Makkah.

Tokoh tasawuf ini keilmuannya diakui dunia mampu mengilmiahkan tasawuf. Pengakuan itu, termasuk oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno. Bahkan awal 80-an, Guru Mursyid yang dilahirkan dari keluarga tarekat di Padangsidempuan, Sumut pada 20 Juni 1917 ini mampu membuktikan energi Teknologi Alquran dapat meredam bencana letusan Gunung Galunggung, Jawa Barat.

Sebagai cendekiawan yang juga ahli atom, Prof. Dr. Kadirun Yahya di era Presiden RI ke-2 Soeharto selain memperoleh banyak bintang jasa sebagai pejuang kemerdekaan RI, juga sebagai penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). 

Setelah mendirikan Surau “Qutubul Amin” di Arco, Kecamatan Bojongsari, Depok, Sang Guru Mursyid menjadikan tempat majelis dzikrullah ini menjadi pusat i’tikaf atau suluk selama 10 hari yang diselenggrakan setiap bulan.

“Sejak Ayahanda Guru berlindung (berpulang ke Rahmatullah-red) tahun 2001, suluk yang diamanahkan Beliau, Alhamdulillah dapat rutin dilaksanakan setiap bulan,” ungkap Ketua Majelis Silaturahmi SQA ini.

Peserta suluk biasanya bisa lebih dua ratus jamaah. Mereka tidak hanya dari Jabodetabek atau wilayah pulau Jawa. Termasuk Kalimantan, Sumbar, Sumut maupun Sulawesi. Ada dari luar negeri.

“Jama’ah asal Malaysia juga paling rajin,” ungkap Ketua Majelis Silaturahmi SQA ini.

Menko Gus Muhaimin hadir bersama isteri bukan kali pertama. Hari Guru 2021, saat masih menjabat Ketua MPR RI, juga sempat hadir. Kali ini, Menko didampingi Mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol (Purn) Istiono, fungsionaris SQA dan Ketua Yayasan SQA Ir Sinar Yudha.

Ikut hadir beberapa perwira tinggi Polri dan TNI baik yang masih aktif maupun purna. Di antaranya, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Eko Nugrohadi, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu.

Puncak peringatan Hari Guru ini dimulai Pukul 07.00 berlangsung hingga Pukul 18.00 WIB. Terbagi dalam empat sesi. Diawali acara seremonial peringatan yang dibuka lantunan adzan dan marhaban. Sesi berikutnya salat Jum’at berjamaah. Dilanjutkan ziarah seluruh jama’ah, termasuk dari tarekat serumpun.(Ars)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita