Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Maulid Nabi, Eks Dirut PLN Batubara Khairil Wahyuni berbagi Pengalaman Bangkit Berkat Ketauladanan Rasulullah

Maulid Nabi, Eks Dirut PLN Batubara Khairil Wahyuni berbagi Pengalaman Bangkit Berkat Ketauladanan Rasulullah

Sebagaimana surat At Taghobun Ayat 11, Allah berfirman yang artinya, “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali tanpa izin Allah…” Jadi apa pun musibah adalah penggugur dosa, sehingga kembalikan ke Allah dengan diisi dzikir, Allah akan memberikan petunjuk.

Seperti surat Ar-Ra’d Ayat 28, yang artinya; … bahwa hanya dengan banyak mengingat Allah (dzikir) hati menjeadi tenteram. Mereka yang mendapat petunjuk adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya…

“Ini yang mendasari pengalaman saya, sukses, gagal, dan bangkit. Dari pengalaman saya ini, setidak tidaknya ada enam elemen dasar / rules yang utama yang harus dimiliki untuk masuk ke dunia bisnis.

KEEMPAT, tujuan bisnisnya apa? “Tujuan bisnis mencari untung yang bagaimana? bagaimana tujuan akhir, orang dapat untung tapi tidak bahagia,” katanya.

Jadi, tujuan bisnis dan tujuan akhirnya, adalah sebagaimana tersurat dalam surat Az-Zariyat Ayat 56, Allah berfirman: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku….” Artinya, bahwa tujuan menjalankan bisnis itu untuk bisa beribadah kepada Allah. Jadi, apa pun profesinya itu hanyalah aktifitas atau perantara untuk mengabdi kepada Allah.

“Yang penting niatnya, berbisnis karena Allah ta ala, bukan cari keuntungan semata. Karena untuk beribadah kepada Allah, maka hasilnya hanya dua; syukur dan sabar. Ketika berhasil akan bersyukur, bukan berfoya-foya dan sebagainya. Jika bersyukur, maka nikmat akan terus bertambah,” tutur Khairil.

Ketika gagal, lanjut Khairil, harus bersabar, ke titik nol, kembalikan ke Allah. Kemudian, isi dengan dzikir, membaca Alquran, maka akan mendapakan ketentraman. Kemudian bangkit lagi Karena berbisnis niatnya beribadah, apa pun hasilnya akan positip. Berhasil atau gagal tidak masalah, karena semua kehendak Allah.

Selain itu tujuan bisnis tidak hanya untuk pribadi, tetapi bagaimana agar dapat bermanfaat buat orang lain, yang akan menjadi amal soleh kita. Sehingga, orang lain dapat bekerja , mencari nafkah untuk keluarga nya sehingga dapat mempertahankan keturunan secara berkesinambungan untuk kelangsungan hidupnya. Maka, amal soleh inilah yang kelak dipertanggnhjawabkan kepada Allah, selain ridho dan diridhoi Allah SWT.

Ketika Allah SWT akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muda bumi. Malaikat mengatakan bahwa manusia itu perusak di muka bumi. Tapi, Allah berfirman mengetahui apa yang tidak diketahui oleh para malaikat.

“Agar manusia sebagai khalifah di muka bumi, bukan sebagai perusak, maka hendaknya dalam mengolah, dan mengeksploitasi bumi bukan didasarkan karena nafsu, tapi karena niat ibadah, yang ditentukan dalam Al-Qur’an yakni untuk mengabdi kepada Allah SWT,” kata Khairil.

KELIMA, lanjut dia, kita diberikan modal dasar yang sama oleh Allah SWT, yaitu mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk bersyukur dengan ikhlas sebagaimana firman Allah dalam surat Nahl Ayat 78. Artinya, Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahu sesuatu pun, dan dia memberi kami pendengaran, penglihatan, dan hati.

“Jadi, semua diberikan sama oleh Allah, oleh karenanya kita terima hasil apapun juga dengan syukur dan sabar,” imbuh Khairil.

KEENAM, menurutnya, bahwa kita harus mempunyai Karakter sebagaimana ketauladanan Rasulullah. Tersurat dalam surat Ahzab 21. Artinya, sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan yang baik bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita