“Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi pembayaran non-tunai (cashless) di moda transportasi umum, mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan, menekan emisi gas buang, serta meningkatkan keselamatan transportasi,” terangnya.
“Kolaborasi dengan sektor perbankan dan keuangan digital juga menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan,” imbuhnya.
Adapun kuota program promosi ini adalah 550 penumpang pertama yang menggunakan metode pembayaran e-Wallet melalui AstraPay, serta 4.800 penumpang pertama yang menggunakan metode pembayaran QRIS Bank Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.000 kuota diperuntukkan bagi penumpang umum dan 800 kuota lainnya bagi pelajar, mahasiswa, dan santri.
Gubernur Khofifah berharap promo ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan polusi di wilayah perkotaan Jawa Timur.
“Dengan adanya promo tarif khusus Transjatim ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat semakin terdorong menggunakan moda transportasi umum yang nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.(Tim)

