Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JOMBANG

Hadiri Ithlaq HSN 2025 di Ponpes Tebuireng, Khofifah Ajak Santri dan Masyarakat Kobarkan Spirit Jihad Kebangsaan

Hadiri Ithlaq HSN 2025 di Ponpes Tebuireng, Khofifah Ajak Santri dan Masyarakat Kobarkan Spirit Jihad Kebangsaan

Menag juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki lebih dari 42 ribu pondok pesantren, dengan jumlah santri mencapai 9,8 juta. Jumlah santri ini, bukanlah angka yang kecil. Itu setara dengan separuh dari total populasi Malaysia.

Tantangan yang akan datang, Menteri Agama meminta agar pondok pesantren mampu menghasilkan perguruan tinggi yang memiliki kualitas dan kelas tinggi dengan menciptakan berbagai bidang ilmu, tidak hanya ilmu agama.

“Di masa depan, kita perlu membawa pesantren yang ada di Indonesia untuk menjadi pusat peradaban Islam global,” tegasnya.

“Kita sebagai santri harus berkontribusi dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat. Banyak negara tidak ingin Indonesia tumbuh menjadi negara besar. Untuk mencapai tujuan itu, salah satu langkahnya adalah memperkuat umat. Sebuah bangsa yang kuat dibangun atas dasar umat yang kuat,” imbuhnya.

Dalam acara Itlhaq untuk memperingati Hari Santri Nasional, Menteri Agama juga mengenalkan ekoteologi dan perlindungan alam dalam kurikulum pendidikan agama dan keagamaan.

Ekoteologi dapat dimaknai sebagai konsep yang membahas hubungan antara perspektif teologis-filosofis dalam ajaran agama dengan lingkungan, terutama alam.

Konsep Ekoteologi ini serupa dengan pendapat yang pernah disampaikan oleh Ibu Gubernur Khofifah ketika menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan RI yang berfokus pada perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Menteri Agama berharap nilai-nilai Ekoteologi dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan agama, sehingga perlindungan lingkungan menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab setiap individu.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita