Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam wilayah potensi bahaya, tetap waspada terhadap ancaman awan panas guguran (APG) dan lahar, terutama ketika hujan turun di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung, pihak berwenang akan segera meninjau kembali tingkat status Merapi dan menyampaikan pembaruan informasi resmi.
Dalam upaya mitigasi dan antisipasi, BNPB, BPPTKG bersama BPBD di daerah terdampak terus memperkuat koordinasi dan pemantauan, menyiapkan jalur evakuasi, menambah fasilitas pendukung seperti tempat pengungsian, logistik, dan masker, serta memastikan sistem peringatan dini berjalan dengan baik. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini dari Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat atau kanal resmi BNPB, BPPTKG dan BPBD agar mendapatkan arahan yang tepat dan terpercaya.

