BANJARNEGARA, KANALINDONESIA.COM: Bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah menimbulkan kerugian material dan infrastruktur yang sangat parah. Data kaji cepat yang dirilis pada Rabu (19/11) mencatat 182 unit rumah terdampak, dengan 54 unit rusak berat dan 128 unit mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan meluas hingga melumpuhkan infrastruktur vital desa. Jalan sepanjang 800 meter terputus, jaringan listrik terganggu, dan fasilitas irigasi rusak parah, termasuk saluran irigasi 670 meter, satu unit bendung, dan infrastruktur irigasi perpipaan.
Di sektor ekonomi, kerugian juga signifikan. Sebanyak 5 ekor sapi, 125 ekor kambing, serta 14 unit warung milik warga hilang atau rusak. Sementara di sektor sosial, satu unit masjid mengalami kerusakan berat dan dua musala lainnya terancam atau rusak ringan.
Di tengah fokus pada kerugian material, penanganan korban terdampak juga menjadi prioritas. Tim SAR gabungan hari ini menemukan satu jenazah korban, sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang, sementara 25 lainnya masih dicari.
Terkait populasi yang terdampak, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan data pasti pengungsi.
“Data posko penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Pandanarum, tercatat jumlah penyintas yang mengungsi ada sebanyak 934 jiwa atau 335 KK, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan,” kata Abdul Muhari.
Para penyintas kini tersebar di lima lokasi pengungsian, termasuk Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba, serta rumah kerabat.
Untuk meringankan beban para pengungsi, BNPB segera memenuhi kebutuhan mendesak seperti popok balita, hygiene kit, pakaian, dan layanan pendampingan psikososial.
Saat ini, berbagai upaya penanganan terus dimaksimalkan, melibatkan 521 personel gabungan. Operasi pencarian dan pertolongan, layanan psikososial dan kesehatan, serta operasional dapur umum dan logistik menjadi rangkaian kegiatan penanganan darurat yang dilaksanakan.
Misi akan dilanjutkan esok hari dengan fokus pada pencarian, pemantauan geologi, dan pendampingan pengungsi.

