Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JEMBER

GSPIB Jatim Masif, Khofifah Optimis Indonesia Swasembada Daging 2029

GSPIB Jatim Masif, Khofifah Optimis Indonesia Swasembada Daging 2029

“Jawa Timur ini siap di garda terdepan untuk menyampaikan pesan kepada Indonesia dan dunia Insyaallah Jawa Timur akan siap mendukung program Pak Presiden mewujudkan ketahanan pangan di lini paling depan,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS 2024, capaian populasi dan produksi ternak di Jawa Timur sangat menggembirakan. Antara lain populasi sapi potong 3,11 juta ekor dan berkontribusi 26% terhadap populasi nasional 11,75 juta ekor; Populasi sapi perah 292,26 ribu ekor dan berkontribusi 60% terhadap populasi nasional 485,82 ribu ekor.

Begitupun dari sisi produksi, kontribusi Jawa Timur terhadap nasional juga sangat vital, yaitu produksi daging sapi 121.387 ton dan berkontribusi 20% terhadap produksi nasional 597.754 ton; Produksi susu 476.712 ton dan berkontribusi 58% terhadap produksi nasional 808.352 ton;Produksi telur 2,02 juta ton dan berkontribusi 32% terhadap produksi nasional 6,34 juta ton.

Dari capaian tersebut dan analisa hasil inseminasi buatan dimana dalam sekali inseminasi buatan sudah berhasil bunting dan paling lambat 2 kali inseminasi buatan berhasil bunting kemudian proses sampai dengan kehamilan memakan waktu 1 tahun dengan rata-rata berat mencapai 400kg hingga 600kg pada usia 2 tahun.

Jika proses tersebut dilakukan dengan masif dan disupport oleh provinsi-provinsi maka 3 tahun kedepan swasembada daging dapat diwujudkan.

“Paling lambat 4 tahun ke depan kalau bisa masif 3 tahun ke depan kita bisa Swasembada daging. Bukan tanpa alasan, karena kita bisa menghitung dari rata-rata IB, dan ini hitungannya terang sekali,” ucapnya.

“Kalau kita bisa memaksimalkan sinergi dengan banyak provinsi yang memang punya kultur peternak maka sesungguhnya Indonesia ini bisa mencapai kalau menurut saya Swasembada daging maksimal 4 tahun ke depan,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menyebut Jawa Timur patut bersyukur neraca kebutuhan dan ketersediaan produk peternakan menunjukkan angka surplus meskipun secara nasional masih terdapat defisit pada komoditas daging sapi dan susu.

Untuk mengatasinya, Pemprov Jawa Timur melaksanakan intervensi strategis, melalui Teknologi Inseminasi Buatan dan Transfer Embrio; Vaksinasi dan pengendalian penyakit; serta Peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan peternak milenial.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi motivasi, dan semangat kepada seluruh Stakeholder Bidang Peternakan, mulai dari Pemerintah Daerah di seluruh Jawa Timur.

Menurutnya Pemerintah Daerah di seluruh Jawa Timur, Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, dokter hewan, paramedik, petugas inseminasi buatan (IB), Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB), Pengawas Bibit Ternak, Pengawas Mutu Pakan, serta seluruh pelaku peternakan di Jawa Timur telah berkontribusi besar terhadap capaian sektor peternakan di Jawa Timur.

“Panjenengan semua berperan penting, saya berpesan agar panjenengan senantiasa berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pembangunan peternakan di Jawa Timur,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama juga dilakukan pemeriksaan kebuntingan, pemberian vitamin, pengobatan dan vaksinasi sebanyak 300 – 500 ekor sapi; Ekpose panen pedet hasil IB sebanyak 20 ekor sapi; Ekpose 3 ekor sapi jantan hasil IB dengan bobot diatas 1 ton.

Kemudian juga dilakukan gerakan minum susu bersama 100 anak siswa sekolah
dasar; Pemberian penghargaan kepada Petugas IB berprestasi, Kelompok Peternak berprestasi dan simbolis bantuan bidang
peternakan serta sertifikat masyarakat perintis Hygiene Sanitas RPH.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita