JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Kekayaan budaya lokal kembali mendapat sorotan dari Anggota DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah. Dalam acara sosialisasi bertema “Literasi Budaya untuk Membangun Sikap Toleransi Masyarakat” yang digelar Selasa (25/11/2025) siang, Wiwin menegaskan pentingnya masyarakat menjaga dan melestarikan budaya tradisional di tengah derasnya arus modernisasi.
Acara yang berlangsung di Aula Hotel Fatma, Jombang, itu diikuti sekitar 120 warga. Wiwin tak datang sendirian, melainkan menghadirkan dua narasumber kebudayaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat soal pentingnya literasi budaya.
“Budaya lokal tradisional itu fondasi bangsa. Kalau kita tidak sadar, kita akan terjajah oleh budaya luar tanpa merasa dijajah,” kata Wiwin dalam sambutannya.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, pergeseran budaya bisa dilihat jelas di berbagai aspek. Mulai dari seni pertunjukan yang semakin komersial, hingga cara komunikasi di lingkungan keluarga yang mulai renggang akibat dominasi teknologi.
“Kesenian dulu adalah tuntunan. Sunan Kalijaga menyampaikan nilai-nilai Islam lewat budaya. Sekarang banyak kesenian justru mengejar pasar, kejar viral, kejar tampilan,” ujar Wiwin, menyinggung perubahan orientasi seni masa kini.
Ia juga menilai teknologi ikut memperlebar jarak antar anggota keluarga. Kehangatan obrolan perlahan tergeser oleh layar ponsel.
“Media sosial itu pintu masuk penjajahan budaya modern. Anak-anak kita lebih hafal tren luar negeri daripada cerita rakyatnya sendiri,” tegasnya.
Wiwin mengingatkan, hilangnya identitas budaya bukan sekadar persoalan kesenian, tetapi menyangkut karakter bangsa ke depan.
“Budaya itu harusnya jadi tuntunan, bukan tontonan semata. Kalau kita tidak menjaga, kita akan kehilangan arah dan jati diri,” tutup Wiwin.
Acara berlangsung interaktif dengan banyak warga yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar pelestarian budaya di lingkungan masing-masing.(Faiz)

