Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SUMATRA

Pemkot Padang Panjang Relokasi 129 Jiwa Pascabencana, Infrastruktur Mulai Pulih Bertahap

Pemkot Padang Panjang Relokasi 129 Jiwa Pascabencana, Infrastruktur Mulai Pulih Bertahap

“Kami telah mengajukan proposal kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan berkomunikasi langsung dengan Menteri. Walaupun Lembah Anai bukan wilayah kami, kami perjuangkan tetap mendapat perbaikan karena akses itu vital. Tanpa itu, masyarakat kami bisa terisolasi,” ujarnya.

Diketahui, Pemkot Padang Panjang merilis pembaruan data bencana pada 6 Desember 2025 pukul 09.00 WIB. Laporan tersebut mencakup jumlah korban jiwa, warga hilang, kerusakan fasilitas umum, kerugian materi, hingga dampak terhadap pertanian dan fasilitas pendidikan.

Data menunjukkan total 41 korban meninggal dunia, terdiri atas Warga Padang Panjang: 22 jiwa, Warga luar Padang Panjang: 17 jiwa, dan Korban belum teridentifikasi: 2 jiwa.

Sementara itu, pengaduan orang hilang mencapai: Warga Padang Panjang: 34 jiwa dan Warga luar Padang Panjang: 19 jiwa (Tercatat tambahan angka 15 jiwa tanpa keterangan judul).

Kerusakan fasilitas umum cukup luas dan meliputi bangunan fasilitas umum: 3 jenis, jalan: 520 meter, DAM: 38 meter, irigasi: 470 meter, jembatan: 42 meter, rumah ibadah: 4 unit, dan fasilitas kesehatan: 1 unit. Total kerugian akibat kerusakan fasilitas umum ditaksir mencapai Rp79 miliar.

Sebanyak 16,17 hektare lahan pertanian milik 28 kelompok tani terdampak bencana, dengan nilai kerugian mencapai Rp631 juta.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga dengan rincian rusak berat: 41 unit, rusak sedang: 16 unit, dan rusak ringan: 196 unit. Total kerugian akibat kerusakan permukiman mencapai Rp5,3 miliar.

Sebanyak ±130 jiwa dari 38 kepala keluarga masih mengungsi di dua lokasi: Silaing Bawah: 87 jiwa (27 KK) dan Islamic Center: 43 jiwa (11 KK). Pemkot melaporkan bahwa sumbangan masyarakat hingga kini telah mencapai Rp129.644.000.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas pendidikan, dengan rincian: Sekolah Dasar (SD): 8 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP): 4 unit, dan Kelompok Bermain (KB): 2 unit. Total kerugian di sektor pendidikan ditaksir sebesar Rp2,3 miliar.

Komdigi Bangun Posko dan Media Center

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memastikan pemulihan konektivitas jaringan serta infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Selain pemulihan teknis, Komdigi juga mendirikan sejumlah Posko sebagai Pusat Informasi dan Media Center untuk mendukung komunikasi darurat dan koordinasi penanganan bencana.

Di Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat posko ditempatkan di Komplek Kantor Gubernur Sumbar.

Untuk Sumatra Utara, Posko Komdigi beroperasi di tiga titik, yakni Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah), serta Posko Dukungan Psikososial di Hamparan Perak, Deli Serdang.

Posko tersebut berfungsi sebagai ruang kerja bagi jurnalis, pusat penyelenggaraan konferensi pers, serta titik koordinasi lapangan bagi satuan Komdigi, operator seluler, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, posko menjadi lokasi pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitor (Balmon) di tingkat wilayah, sekaligus ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan berbagai konten terkait penanganan bencana.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita