SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tren dunia pastry bergerak cepat, dan aktor utamanya kini Generasi Z. Anak muda tak lagi sekadar mencari kue yang enak. Tetapi juga visual yang menarik dan rasa yang “bersih” di lidah. Industri dessert pun dipaksa beradaptasi.
Chef JW Marriott Surabaya, Gabriela Edijanto, menyebut Gen Z punya pengaruh besar dalam arah tren kue modern. Mereka menyukai tampilan estetik untuk kebutuhan media sosial. Namun tetap kritis pada kualitas rasa.
“Tampilan penting, tapi rasa tetap nomor satu. Sekarang mereka suka yang unik, lucu, beda, dan tidak terlalu manis,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Memasuki 2026, dua rasa diprediksi tetap merajai pasar, matcha dan pistachio.
Keduanya dianggap punya karakter rasa kuat, sekaligus visual yang fotogenik.
Selain cocok untuk cake, varian ini juga fleksibel untuk minuman hingga es krim.
“Selain cokelat yang selalu ada penggemarnya, matcha masih akan sangat diminati,” kata Gabriela.
Perubahan paling mencolok, terlihat pada meningkatnya permintaan kue rendah gula. Kesadaran kesehatan di kalangan anak muda menjadi faktor pendorong utama. Dessert tak lagi identik dengan rasa terlalu manis.
“Cake rendah gula sekarang makin dicari. Anak zaman sekarang lebih peduli kesehatan,” lanjutnya.
Namun, tren ini bukan berarti mengorbankan rasa. Industri pastry justru mulai mengandalkan bahan alami.
Pewarna dari buah serta penggunaan gula dalam takaran seimbang mulai menjadi standar baru.
Preferensi rasa pun bergeser. Jika sebelumnya manis dominan. Kini kombinasi rasa asin, pahit, dan asam mulai dieksplorasi, untuk menciptakan karakter dessert yang lebih segar dan berlapis.
“Sekarang banyak yang suka rasa ringan dan refreshing. Eksplorasi rasa asin, pahit, dan asam makin berkembang,” tandasnya.
Dengan gaya hidup yang semakin sadar gizi dan kebutuhan visual digital. Tren pastry diprediksi akan makin berani bermain rasa, lebih sehat, dan tetap memikat mata sepanjang 2026.(Anto)

