BANDUNG, KANALINDONESIA. COM : Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat menjadi motor penguatan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Bandung melalui kegiatan sosialisasi dan FGD yang diselenggarakan BPBD Kota Bandung.
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah, guru, serta perwakilan Dinas Pendidikan tersebut bertujuan mempercepat penerapan SPAB sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019.
Ketua LPBINU Jabar, Dadang Sudardja, hadir sebagai narasumber utama sekaligus memimpin jalannya FGD. Ia menegaskan komitmen LPBINU untuk mendukung implementasi SPAB agar dapat menjadi model bagi daerah lain.
Dalam FGD tersebut, LPBINU Jabar bersama BPBD Kota Bandung mengidentifikasi 10 sekolah dari jenjang MI, SD, dan SMP yang akan dijadikan sekolah percontohan penerapan SPAB. Sepuluh sekolah ini nantinya akan mendapatkan pendampingan langsung dari LPBINU Jabar dan BPBD Kota Bandung.
Dukungan LPBINU Jawa Barat sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang melalui sambutan tertulisnya menilai pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Sambutan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Pelaksana BPBD Kota Bandung, Dian Rudianto.
Farhan menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kesadaran mitigasi bencana.
“Anak-anak dan warga sekolah perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” ujarnya.
Melalui SPAB, sekolah diharapkan mampu menyusun kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, hingga rencana kontinjensi, serta memastikan tersedianya jalur evakuasi yang aman dan infrastruktur pendukung keselamatan. (Fey)

