Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SEMARANG

Mempertahankan Tahta Wisata Jawa Tengah, Tiga Strategi Jitu Pemkot Semarang

Mempertahankan Tahta Wisata Jawa Tengah, Tiga Strategi Jitu Pemkot Semarang
Foto istimewa

SEMARANG, KANALINDONESIA.COM: Semarang menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tertinggi di Jawa Tengah. Guna mempertahankan capaian gemilang sepanjang tahun 2024 tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng menyatakan komitmennya untuk memperkuat strategi pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.

Wali Kota Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari efektivitas program penguatan event, penataan kawasan, dan promosi digital yang telah dijalankan. Konsistensi dalam membangun sektor pariwisata, menurutnya, harus selalu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan serta infrastruktur untuk menjamin kenyamanan pengunjung.

Pemkot Semarang berfokus pada tiga langkah strategis untuk menjadikan kota ini sebagai pusat budaya, sejarah, dan kreativitas, sebagaimana diungkapkan oleh Wali Kota Agustina Wilujeng:

1. Memperkuat Magnet Event Unggulan

Fokus utama Pemkot adalah mengamankan dan memperkuat event unggulan yang terbukti menjadi daya tarik utama wisatawan. Kegiatan-kegiatan berskala besar seperti Festival Kota Lama, Dugderan, Festival Wayang Orang, dan Semarang Night Carnival secara rutin diperkuat sebagai agenda tahunan.

Wali Kota menilai konsistensi event-event ini memberikan kontribusi signifikan, terutama saat momen puncak kunjungan. Ia menekankan bahwa event merupakan instrumen vital dalam membangun identitas pariwisata daerah, bukan sekadar kalender hiburan. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara Pemkot, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif sangat ditekankan untuk meningkatkan daya saing destinasi.

2. Penataan Berkelanjutan Kawasan Wisata Utama

Langkah strategis kedua melibatkan penataan dan perawatan intensif pada kawasan wisata prioritas. Area-area seperti Simpang Lima, Kota Lama, ruang publik, hingga revitalisasi Semarang Lama menjadi titik fokus pembenahan.

Penataan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan kualitas pengalaman bagi setiap pengunjung yang datang. “Destinasi wisata wajib memberikan kesan positif. Kami terus mengoptimalkan penataan taman kota, jalur pejalan kaki, hingga tata cahaya, agar Semarang semakin kompetitif sebagai tujuan wisata,” kata Agustina Wilujeng. Peningkatan jumlah wisatawan setiap tahun, tegasnya, harus diimbangi dengan perawatan fasilitas dan memastikan aksesibilitas serta estetika kawasan mendukung mobilitas pengunjung.

3. Optimalisasi Promosi Melalui Jalur Digital

Strategi ketiga adalah penguatan masif promosi melalui platform digital. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memaksimalkan penggunaan media sosial resmi, berkolaborasi dengan content creator dan komunitas muda, serta memublikasikan kalender event secara agresif.

Pendekatan digital ini terbukti efektif dalam menyebarkan informasi destinasi wisata Semarang secara luas dan cepat, terutama menyasar segmen wisatawan muda. Wali Kota memastikan bahwa Pemkot akan terus memperkuat strategi ini untuk menciptakan eksposur positif dan menjaga Kota Semarang agar “selalu hadir di ruang digital masyarakat.”

“Dengan promosi yang kuat, kualitas destinasi wisata Kota Semarang akan semakin dikenal luas,” tutup Agustina Wilujeng. Pemkot Semarang berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan ketiga strategi utama ini sepanjang tahun 2025. Hal ini dilakukan untuk menjamin keberlangsungan pembangunan pariwisata dan memperkuat posisi Semarang sebagai destinasi unggulan di Indonesia.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita