BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bencana yang terjadi selama ini merupakan kegagalan dalam sistem tata ruang. Ia menegaskan persoalan banjir tidak lepas dari kesalahan perencanaan tata ruang di masa lalu.
“Nah, ini kan tata ruang dulu salah membuatnya, karena salah membuatnya maka tata ruangnya dievaluasi,” kata Dedi kepada sejumlah media di Gedung Sate Jl. Diponegoro Kota Bandung, Jawa Barat.
Selanjutnya, pembahasan tata ruang telah memasuki tahap pleno dan ke depan akan dilakukan perubahan rencana tata ruang daerah.
“Hari ini pleno tata ruang. Tahun depan kabupaten kota akan merubah tata ruang, besok kita bertemu Menteri ATR/BPN untuk melakukan perubahan tata ruang,” jelasnya.
Menurut pria yang biasa disapa Kang Dedi, untuk proses perubahan peraturan daerah membutuhkan waktu cukup lama. Karena itu, pemerintah provinsi mengambil langkah jeda pembangunan.
“Maka saya melakukan langkah, sudah stop dulu, kita mikir dulu, kemudian kita rumuskan dan kita petakan,” lanjutnya.
KDM juga menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan menyeimbangkan kebutuhan hunian dan kelestarian lingkungan.
“Saya ingin dua-duanya tercapai, masyarakat punya rumah kemudian lingkungan memiliki harmoni, dan yang terakhir adalah harus segera dipikirkan rumahnya vertikal, enggak ada pilihan,” katanya. (Fey)

