PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menunjuk Siswandi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo masa bakti 2025–2030. Keputusan tersebut diumumkan dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) serentak yang berlangsung di Surabaya pada penghujung tahun 2025.
Siswandi menggantikan kepemimpinan sebelumnya melalui mekanisme penunjukan langsung oleh pusat. Meski muncul beberapa nama senior dalam bursa pengurus, DPP menjatuhkan pilihan kepada mantan Kepala Desa Bekare tersebut untuk menakhodai partai berlambang banteng moncong putih di Bumi Reog.
Dalam keterangannya saat ditemui usai rapat. paripurna, Senin(22/12/2025), Siswandi mengaku terkejut atas amanah besar yang diberikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Ia menyatakan bahwa tugas ini merupakan tanggung jawab berat yang harus dijalankan dengan prinsip gotong royong.
“Kesan yang pertama ya kaget lah. Dari awal saya tidak punya pemikiran untuk menakhodai PDI Perjuangan di Kabupaten Ponorogo. Namun, karena ini amanah dari DPP Partai dan Ibu Ketua Umum, intinya saya siap,” ujar Siswandi.
Terkait mekanisme pemilihan, Siswandi menjelaskan bahwa proses tersebut berawal dari usulan tingkat bawah atau Pengurus Anak Cabang (PAC). DPP kemudian menggunakan kewenangan penuhnya untuk menentukan figur yang paling tepat memimpin daerah.
“Mekanisme itu penunjukan langsung. Ada usulan dari bawah, dari PAC, lalu kebijakan kewenangan penuh ada di DPP,” tambahnya.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Siswandi berkomitmen untuk segera melakukan konsolidasi internal. Ia berencana merangkul kembali para pengurus lama serta tokoh-tokoh senior partai guna memperkuat struktur organisasi di Ponorogo.
Siswandi sendiri memiliki latar belakang kepemimpinan yang kuat di tingkat desa. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Desa Bekare, Kecamatan Bungkal selama tiga periode sejak tahun 2007 sebelum akhirnya terjun ke dunia politik praktis pada tahun 2023. Penunjukannya sebagai ketua DPC dinilai sebagai langkah regenerasi partai dengan komposisi pengurus baru yang mencapai 60 persen.

