3.000 Guru P3K Kabupaten Bandung Barat Gelar Syukuran Akbar, Jadi Momentum Aspirasi dan Sinergi Pendidikan
BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Momentum bersejarah dirasakan ribuan guru di Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada November lalu. Pelantikan ini menjadi yang pertama setelah puluhan tahun para guru mengabdi sebagai tenaga honorer.
Acara syukuran akbar dihadiri oleh Ricky TR Ketua Forum FGTK, Ahmad Jafar Wakil Ketua Forum FGTK, Sekda KBB Ade Zakir, Ketua DPRD M. Mahdi, Ketua Komisi 4 Nur Djulaeha, Ketua PGRI Rustiyana, Perwakilan Dinas Pendidikan Asep Dendih, dan Rega BKPSDM.
Sebagai bentuk rasa syukur, hampir 3.000 guru P3K yang tergabung dalam Forum Guru & Tenaga Kependidikan Daerah Kabupaten Bandung Barat (FGTK) menggelar Syukuran Akbar dengan mengundang unsur eksekutif dan legislatif, termasuk Bupati Kabupaten Bandung Barat.
Panitia menyebut, kegiatan ini dirancang secara matang dan akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wadah ungkapan terima kasih kepada para pemangku kebijakan yang selama satu tahun terakhir terlibat langsung dalam perjuangan pengangkatan guru P3K.
“Perjuangannya cukup panjang dan alot. Kami berkali-kali melakukan audiensi, bahkan sampai ke DPR RI, hingga akhirnya pengangkatan P3K ini bisa terwujud,” ujar ketua panitia Asep Iwan Gartiwa S. Pd.
Dalam kesempatan tersebut, para guru juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang memberikan gaji P3K sebesar sekitar Rp2 juta, dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain, salah satunya Kabupaten Subang.
Tak hanya seremoni, Syukuran Akbar ini juga diisi dengan talkshow dan diskusi terbuka bersama para pejabat. Forum ini dimanfaatkan para guru untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan harapan terkait kondisi serta masa depan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan kepedulian sosial, kegiatan ini turut diisi dengan santunan anak yatim. Acara kemudian ditutup dengan hiburan band performance serta doorprize, termasuk hadiah umroh dari sponsor.
Menariknya, seluruh kegiatan ini 100 persen dibiayai oleh para guru, termasuk dukungan sponsor dari keluarga guru yang bekerja di berbagai perusahaan. Panitia menegaskan tidak ada pendanaan dari APBD maupun pihak luar.
Ke depan, FGTK berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun pendidikan di Kabupaten Bandung Barat. Dengan didominasi guru Gen Z dan milenial, FGTK ingin menyalurkan energi positif, ide, dan inovasi secara konstruktif demi peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami ingin terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan menjadi bagian dari solusi untuk kemajuan pendidikan,” pungkasnya. (Fey)















