Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Bandung Siap Jadi Gerbang Investasi ASEAN, SIBS 2026 Satukan Pengusaha Indonesia–Malaysia

Bandung Siap Jadi Gerbang Investasi ASEAN, SIBS 2026 Satukan Pengusaha Indonesia–Malaysia

BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Pemerintah Kota Bandung memfinalkan kesiapan penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) 2026, sebuah forum bisnis internasional yang diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi strategis Indonesia–Malaysia, khususnya bagi Jawa Barat. Agenda ini akan mempertemukan pelaku usaha lintas negara guna membuka peluang investasi baru dan memperkuat kerja sama ekonomi kawasan, Rabu (21/1/2026).

Pertemuan Pemkot Bandung dengan delegasi Selangor di Balai Kota Bandung menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi ekonomi bernilai besar. Forum tersebut membahas peluang investasi lintas sektor yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat dalam peta ekonomi ASEAN.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa penyelenggaraan SIBS tidak hanya berskala kota, melainkan regional Jawa Barat. Oleh karena itu, forum ini akan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, badan usaha milik negara, serta pelaku industri prioritas.

“Skalanya bukan hanya Kota Bandung, tetapi Jawa Barat. Peluang kolaborasinya sangat luas, termasuk dengan BUMN di sektor manufaktur dan industri strategis,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, SIBS berpotensi memperkuat arus investasi dua arah Indonesia–Malaysia yang selama ini memiliki fondasi perdagangan yang kuat. Data yang dipaparkan delegasi Selangor menunjukkan Indonesia menjadi tujuan utama ekspor Malaysia, sementara nilai investasi Malaysia tercatat tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Selangor sendiri merupakan penyumbang ekonomi terbesar Malaysia dengan kekuatan pada sektor jasa, manufaktur, teknologi, logistik, halal, dan life science. Sementara Jawa Barat dikenal sebagai motor ekonomi nasional dengan dominasi sektor manufaktur, transportasi, logistik, perdagangan, dan jasa.

Dalam SIBS 2026, sejumlah sektor strategis akan menjadi fokus utama, di antaranya aerospace, rail dan otomotif, industri kreatif, pariwisata kesehatan, waste to energy, urban mobility, hingga konstruksi dan properti. Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa diskusi, tetapi juga business matching, pertemuan sektoral, kunjungan proyek potensial, serta pameran investasi dan pariwisata.

Pemerintah Kota Bandung menilai forum internasional ini sebagai momentum penting untuk membuka akses pasar baru, menarik investasi berkualitas, serta mengukuhkan Bandung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan hub investasi di kawasan ASEAN.

“Kami terbuka terhadap peluang kerja sama yang saling menguntungkan, dengan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan provinsi,” pungkas Iskandar.

SIBS 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada Juli 2026, melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan strategis dari Indonesia dan Malaysia. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita