“Kami sebagai anggota DPRD juga memiliki tanggung jawab melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang dikolaborasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun demikian, peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Abah Pri tersebut menambahkan bahwa selain mencegah perkawinan dini, semua pihak juga memiliki tanggung jawab untuk menekan prevalensi stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas.
“Stunting saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Bagaimana bisa membangun Indonesia maju jika generasi mudanya memiliki kondisi kesehatan yang tidak optimal. Presiden Prabowo Subianto saat ini fokus menekan angka stunting melalui berbagai program, termasuk Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Kami di DPRD berperan mendukung agar program tersebut berjalan optimal, termasuk melalui penguatan anggaran pada OPD terkait,” pungkasnya.
Editor : Irwan

