Yuldi Yusman menambahkan bahwa peresmian kebijakan GCI dan penambahan unit kerja tersebut merupakan wujud nyata penguatan layanan keimigrasian yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan layanan imigrasi hadir secara relevan, cepat, dan mampu menjawab tantangan kejahatan lintas negara. Ke depan, kolaborasi, teknologi, dan penguatan SDM akan terus kami tingkatkan,” pungkasnya.

