BANDUNG, KANALINDONESIA.COM: Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Tradisi Indonesia (PPSI) Kota Bandung masa bakti 2025–2030 digelar khidmat di Pendopo Wali Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026). Pelantikan ini mengusung tema “Menuju Paradigma Baru PPSI yang Komunikatif, Inspiratif, Konsultatif, Koordinatif dan Adaptif.”.
Ketua DPD PPSI Kota Bandung, Tonny Sukmana, resmi dilantik bersama jajaran pengurus baru, disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat, H. Dadang Hermansyah. Momentum ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi organisasi pencak silat tradisi di Ibu Kota Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Tonny menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal untuk menyatukan seluruh perguruan pencak silat tradisi di Kota Bandung.
“Alhamdulillah pelantikan berjalan lancar. Mudah-mudahan ini menjadi pemersatu seluruh perguruan pencak silat tradisi di Kota Bandung, sekaligus memperkuat silaturahmi seluruh insan pencak silat,” ujar Tonny.
Ia mengungkapkan, dirinya kembali dipercaya memimpin DPD PPSI Kota Bandung setelah terpilih melalui musyawarah yang digelar pada November lalu di Gorong GGM, Gedung Generasi Muda. Amanah tersebut akan dijalankan untuk periode 2025 hingga 2030.
Tonny menyampaikan, fokus utama kepengurusan baru adalah melakukan pembenahan internal organisasi agar PPSI Kota Bandung memiliki tata kelola yang profesional, tertib, dan berorientasi pada penguatan kelembagaan.
“Prioritas kami adalah pembenahan internal. Kepengurusan PPSI harus lebih profesional dalam manajemen dan tata kelola organisasi. Setelah itu, kami susun program kerja jangka pendek dan jangka panjang secara terarah,” tegasnya.
Selain penguatan organisasi, DPD PPSI Kota Bandung juga menargetkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali denyut pencak silat tradisi di tengah masyarakat. Salah satunya melalui promosi yang lebih masif, sekaligus edukasi publik bahwa pencak silat merupakan warisan budaya asli Indonesia yang telah diakui dunia melalui piagam UNESCO.
Berdasarkan data sementara, jumlah paguron pencak silat tradisi di Kota Bandung tercatat lebih dari 200 paguron. Namun, yang saat ini masih aktif diperkirakan hanya berkisar 70 hingga 80 paguron.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pengurus baru. DPD PPSI Kota Bandung berencana melakukan pendataan ulang seluruh paguron, sekaligus merancang program pembinaan untuk membangkitkan kembali paguron-paguron yang dinilai stagnan maupun telah vakum.
“Kami akan mendata ulang seluruh paguron di Kota Bandung dan membangkitkan paguron yang sempat vakum agar pencak silat tradisi terus hidup, dikenal, dan dicintai masyarakat,” kata Tonny.
Ia menegaskan, pencak silat tidak semata-mata dipandang sebagai cabang olahraga, tetapi merupakan identitas budaya Kota Bandung sekaligus warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi muda.
Dengan mengusung paradigma baru yang komunikatif, inspiratif, konsultatif, koordinatif, dan adaptif, kepengurusan DPD PPSI Kota Bandung periode 2025–2030 berkomitmen menjadikan PPSI sebagai wadah pemersatu seluruh paguron, sekaligus motor penggerak kebangkitan pencak silat tradisi yang berdaya saing tanpa kehilangan akar nilai budaya lokal. (Fey)

