BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Bulan puasa atau Ramadhan 1447.H (2026), pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Burneh 009 (HM Tohir) Yayasan Darul Ibad An Nabawi Burneh Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan – Jatim. Tetap jalan tetapi dalam bentuk makanan kering.
Hal tersebut disampaikan Ketua SPPG Burneh 009, Ryan Aditya Wiratama pada acara Grand Launching Dapur MBG SPPG Burneh 009 berlokasi di Jalan Suramadu Tangkel Burneh, Rabu, 18 Februari 2026.
“Pendistribusian MBG pada bulan puasa tetap jalan cuma dalam bentuk makanan kering. Dibagikan setelah pukul 15.00 sore jelang berbuka puasa ,” terang Ryan.
Lebih lanjut Ryan menjelaskan bahwa running (pendistribusian) pertama berjumlah 1.600 porsi. Rencananya akan disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan (TK, SD, SMP, MTS, SMA, MA, SMK dan Ponpes). Termasuk 3 B (Ibu Menyusui, Ibu Hamil dan Balita) .
“Minggu pertama puasa, distribusi MBG libur dan minggu kedua pendistribusian baru dimulai,” kata Ryan.
Ditambahkan, besok pihaknya masih akan menghadiri rapat koordinasi dengan Forkopimcam Burneh. Untuk memastikan dan memetakan kembali lembaga pendidikan mana saja yang belum tersentuh penerimaan manfaat MBG.
Sementara itu, Haji Tohir selaku Mitra Yayasan Darul Ibad An Nabawi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sebagai mitra MBG selalu mendukung program Nawa Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mencetak generasi muda unggul dan berprestasi.
“Sebagai mitra, kami senantiasa mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto dengan menjaga pengelolaan dapur MBG sesuai aturan yang ditetapkan oleh BGN,” ujar Haji Tohir.
Dijelaskan, untuk tanah seluas 8 ribu yang diatasnya dibangun dapur MBG merupakan milik pribadinya. Dirinya tidak mau dan kurang begitu suka menyewa lahan atau menggunakan sistim kontrak karena penuh resiko. Sedangkan SPPG Burneh 009 merupakan yang pertama diresmikan dan segera beroperasi secara utuh.
“Kalau menyewa atau mengontrak tanah yang diatasnya dibangun dapur MBG. Setelah berjalan setahun atau dua tahun, sangat beresiko, ” tegas HM.Tohir.
HM Tohir juga menjelaskan bahwa Kepala SPPG, relawan dan karyawan yang dipekerjakan telah memiliki dokumentasi pendukung sebagai salah satu syarat yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tidak beda dengan MBG SPPG lainya, kami juga membuka lapangan kerja dengan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 47 orang,”pungkasnya.
Launching dapur MBG ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh HM Tohir diserahkan kepada Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika. Dilanjutkan dengan peninjauan ke berbagai ruangan sudut dapur MBG bersama Tokoh Masyarakat, Ulama, Camat Burneh dan jajaran Forkopimcam Burneh.

