Selain itu, menurut Firdaus Rapimnas SMSI 2026 juga menjadi forum strategis bagi para pimpinan media anggota SMSI dari seluruh Indonesia untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan industri media digital, memperkuat ekosistem pers nasional, serta memastikan keberlanjutan perusahaan pers.
Sementara itu, Ketua SMSI Jawa Timur Sokip menambahkan bahwa sikap yang dikeluarkan oleh SMSI Pusat harus menjadi momentum bagi perusahaan media anggota SMSI Jawa Timur untuk melakukan pembenahan sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri media secara fundamental, sehingga perusahaan pers dituntut untuk terus berinovasi.
“Inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi anggota SMSI di daerah agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan industri media yang sangat cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu strategi penting yang perlu dilakukan adalah menghadirkan kekhasan atau karakter kuat pada media, sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai platform media baru.
Dengan langkah tersebut, media anggota SMSI tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya, tetapi juga dapat mengembangkan model bisnis baru di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Selama kita mampu beradaptasi, peluang tetap ada dan terbuka bagi media-media daerah untuk terus tumbuh,” tutup Sokip.
(*)

