Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SAMPANG

Perkuat Perpres P3N, Menko Pangan Tinjau Kesiapan PT Garam Sampang Hapus Ketergantungan Impor

Perkuat Perpres P3N, Menko Pangan Tinjau Kesiapan PT Garam Sampang Hapus Ketergantungan Impor

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja strategis ke pabrik PT Garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (9/3/2026). Kunjungan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memantau percepatan transformasi industri garam demi mewujudkan target swasembada nasional.

Kehadiran Menko Pangan menjadi sinyal kuat implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional (P3N). Melalui aturan ini, pemerintah berkomitmen memperkuat kedaulatan komoditas garam, baik untuk kebutuhan pangan maupun industri mineral.

Dalam arahannya, Menko Pangan menegaskan bahwa PT Garam harus bertransformasi menjadi pemimpin pasar yang mampu memenuhi standar tinggi berbagai sektor.

“PT Garam harus menjadi lokomotif utama. Transformasi ini mencakup peningkatan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar industri otomotif, farmasi, hingga konsumsi rumah tangga tanpa harus bergantung pada impor,” tegas Menko Pangan.

Beliau juga menambahkan bahwa pola lama dalam produksi harus segera ditinggalkan. Pemanfaatan teknologi mutakhir menjadi syarat mutlak agar produktivitas meningkat secara signifikan sesuai mandat Perpres 17/2025.

Dampak Ekonomi bagi Madura Selain fokus pada teknis produksi, kunjungan ini juga menyoroti potensi ekonomi di Pulau Madura. Sebagai wilayah dengan lahan garam terbesar di Indonesia, transformasi industri ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Di akhir kunjungan, Menko Pangan melakukan diskusi intensif dengan jajaran direksi PT Garam dan kepala daerah setempat. Diskusi tersebut bertujuan memetakan tantangan di lapangan, mulai dari kendala infrastruktur hingga rantai distribusi. Dengan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan aksi nyata di daerah, pemerintah optimis ketergantungan terhadap garam impor dapat segera diakhiri.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita