Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

KBM di KBB Berakhir 13 Maret, Siswa Libur Lebaran hingga 27 Maret

KBM di KBB Berakhir 13 Maret, Siswa Libur Lebaran hingga 27 Maret

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi memasuki hari terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Para siswa akan mulai menjalani masa libur mulai pertengahan Maret hingga akhir bulan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafruddin, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan memang terdapat sejumlah penyesuaian jadwal pembelajaran dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya.

“Di awal Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan belajar mengajar sempat diliburkan terlebih dahulu mengikuti instruksi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Edy saat diwawancarai, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, meskipun secara kalender pendidikan kegiatan belajar tercatat hingga 14 Maret 2026, namun tanggal tersebut merupakan cuti bersama. Karena itu, kegiatan belajar mengajar terakhir dilaksanakan pada 13 Maret 2026.

Setelahnya, para siswa akan memasuki masa libur panjang yang berlangsung hingga 27 Maret 2026, seiring dengan rangkaian cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 20 hingga 27 Maret 2026.

“Jadi hari ini, 13 Maret 2026, merupakan hari terakhir KBM sebelum libur panjang. Siswa akan kembali masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026, dan kegiatan pembelajaran kembali berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengaturan kerja bagi aparatur dan tenaga pendidikan selama masa libur, Dinas Pendidikan KBB mengikuti edaran Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat.

Pada 16–17 Maret serta 24–27 Maret 2026, diterapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur. Meski demikian, bagi dinas yang memberikan pelayanan publik tetap diberlakukan pembagian jadwal kerja antara WFA dan Work From Office (WFO).

“Kami membagi dua sistem kerja, ada yang WFA dan ada yang WFO melalui sistem piket. Di kantor tetap ada petugas, begitu juga di sekolah tetap ada piket,” katanya.

Pengaturan tersebut dilakukan agar pelayanan pendidikan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun dalam suasana libur Lebaran.

Selain itu, Edy juga mengimbau para guru agar tetap memantau perkembangan siswa selama masa libur sekolah, salah satunya melalui komunikasi yang telah terjalin di grup WhatsApp kelas maupun grup orang tua.

“Kami menghimbau bapak ibu guru agar tetap memantau anak didiknya walaupun dalam suasana libur Lebaran. Biasanya sudah ada grup WhatsApp kelas maupun orang tua sehingga komunikasi tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar para siswa tidak mengalami kesulitan beradaptasi ketika kegiatan belajar kembali dimulai.

“Tujuannya agar saat hari pertama masuk sekolah, anak-anak tidak kaget dan bisa langsung mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, ia juga mengingatkan para siswa agar tetap menjaga kesehatan selama masa libur Lebaran.

“Kami berharap siswa tetap menjaga kesehatan dan kondisi selama libur. Jangan sampai terlalu kelelahan karena biasanya anak-anak memanfaatkan libur secara maksimal,” pungkasnya. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita