Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JOMBANG

Melihat Ritual Syukur Candra, Pengusaha Tionghoa di Jombang yang Rutin Berbagi Sembako Jelang Lebaran

Melihat Ritual Syukur Candra, Pengusaha Tionghoa di Jombang yang Rutin Berbagi Sembako Jelang Lebaran

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Menjelang waktu berbuka puasa pada Sabtu (14/3/2026) sore, halaman sebuah rumah di Kelurahan Kaliwungu, Kabupaten Jombang, tampak ramai. Ratusan warga berdiri berbaris rapi menunggu giliran. Di antara tumpukan paket sembako yang tersusun, seorang pria yang akrab disapa Pak Cing menyapa warga satu per satu.

Pria bernama Candra Iwanto itu dikenal luas di lingkungan sekitar sebagai pengusaha minyak keturunan Tionghoa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Setiap menjelang Lebaran, ia rutin membagikan ratusan paket sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur.

Tradisi berbagi tersebut kembali ia lakukan tahun ini. Sejak sore hari, sejumlah karyawan terlihat sibuk menata paket berisi kebutuhan pokok di halaman rumahnya. Tak lama kemudian, satu per satu warga dipersilakan maju untuk menerima bantuan secara langsung dari tangan Candra.

“Tidak ada maksud apa-apa ataupun pencitraan. Ini murni niat saya sebagai bentuk kewajiban terhadap warga sekitar,” ujar Candra saat ditemui di sela kegiatan.

Menurut dia, kebiasaan berbagi tersebut berangkat dari pengalaman hidupnya di masa lalu. Ia mengaku pernah berada dalam masa sulit, dan saat itulah tetangga sekitar banyak membantu.

“Dulu saat saya susah, justru tetangga yang membantu. Jadi sekarang ini hanya bentuk balas budi. Setidaknya bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka,” kata dia.

Pada kegiatan tahun ini, lebih dari 500 paket sembako dibagikan kepada warga. Penerimanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar rumah, masyarakat kurang mampu, hingga beberapa yayasan sosial.

Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, tepung, dan minyak goreng hingga komoditas yang harganya cenderung meningkat menjelang hari raya.

Candra mengatakan, tradisi berbagi tersebut sudah ia lakukan sejak sekitar 30 tahun lalu. Saat pertama kali memulainya, ia hanya mampu menyiapkan sekitar 50 paket sembako.

“Dulu hanya 50 paket. Tapi bagi saya, berbagi tidak perlu menunggu kaya. Yang penting niatnya ikhlas,” ujarnya.

Di hadapan warga yang hadir, Candra sempat menyampaikan pesan yang membuat suasana haru. Dengan suara bergetar, ia berharap tradisi berbagi tersebut bisa terus berlanjut di masa mendatang.

“Kalau suatu saat saya sudah tidak ada, mohon doakan dan maafkan saya. Saya hanya ingin kita semua tetap rukun dan saling membantu. Mudah-mudahan anak saya bisa meneruskan tradisi ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Salah satu warga setempat, Nur Laili, mengaku telah lama mengenal sosok Pak Cing. Ia menilai pengusaha tersebut dikenal dermawan dan sering membantu warga tanpa memandang perbedaan.

“Kalau cara bicaranya memang kadang seperti orang marah, tapi sebenarnya hatinya baik sekali,” kata Nur Laili sambil tersenyum.

Menurut dia, kegiatan berbagi sembako menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi yang selalu dinanti warga.

“Setiap Ramadan pasti ada. Dari dulu sampai sekarang tetap rutin. Warga di sini banyak yang terbantu,” ujarnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita