Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Festival Ramadan Inklusif 2026 di Bandung, 100 Penyandang Disabilitas Ikuti Tilawah dan Tausiah

Festival Ramadan Inklusif 2026 di Bandung, 100 Penyandang Disabilitas Ikuti Tilawah dan Tausiah

BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Sekitar 100 peserta penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tilawah dan tausiah dalam Festival Ramadan Inklusif 2026 yang digelar di Trans Studio Mall Bandung. Kegiatan ini mengusung tema “Ramadhan untuk Semua: Berbagi, Berdaya dan Bermakna”.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadir langsung dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyebut para penyandang disabilitas yang mengikuti festival sebagai simbol semangat perjuangan yang patut dihargai.

“Semua yang berkumpul hari ini adalah mereka yang memahami bahwa dalam kehidupan tidak ada yang mudah dicapai. Anda semua adalah simbol perjuangan kehidupan yang hadir di tengah Kota Bandung,” ujar Farhan.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengapresiasi berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I, Ledia Hanifa yang turut hadir.

Farhan mengungkapkan, perhatian terhadap kelompok disabilitas telah lama menjadi bagian dari perjuangannya. Ia mengenang kerja sama penelitian yang pernah dilakukan bersama Ledia Hanifa dan parlemen Jepang pada Maret 2023 saat masih menjadi anggota DPR RI.

Penelitian tersebut membahas penguatan legislasi inklusivitas serta peluang pendidikan dan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas mental.

“Sekarang saya merasa sangat bahagia karena apa yang dulu dirintis mulai terlihat wujudnya di Kota Bandung, meskipun belum sempurna. Ketidaksempurnaan itulah yang menjadi motivasi bagi kita untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.

Menurut Farhan, konsep inklusivitas sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Namun secara formal, pengakuan terhadap hak-hak penyandang disabilitas baru diperkuat melalui undang-undang pada 2016.

Ia menilai perbedaan yang dimiliki setiap individu merupakan kekayaan bangsa yang harus dihargai. “Perbedaan justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi dan memperkuat ketahanan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Farhan juga mengapresiasi berbagai komunitas yang aktif mendorong kemandirian penyandang disabilitas, termasuk Bandung Independent Living Center yang dinilai berperan dalam meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas, khususnya dalam pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Selain itu, ia menilai kegiatan kajian dan tausiah Ramadan yang inklusif menjadi bagian penting dari dakwah yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyinggung upaya Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat layanan berbasis masyarakat melalui program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang melibatkan berbagai unsur komunitas. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita