Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

Relawan Terpinggirkan, Pasca Kemenangan Jeje–Asep di Bandung Barat Memanas

Relawan Terpinggirkan, Pasca Kemenangan Jeje–Asep di Bandung Barat Memanas

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Atmosfer politik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memanas pasca-terpilihnya pasangan kepala daerah Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail. Isu keretakan hubungan antara relawan pendukung dan pasangan terpilih mencuat, dipicu rasa kecewa dari sejumlah relawan yang merasa kurang mendapatkan apresiasi.

Sejumlah relawan mengungkapkan kekecewaan mereka karena merasa perjuangan selama masa kampanye hingga kemenangan tidak mendapat pengakuan yang layak. Padahal, mereka mengklaim menjadi ujung tombak dalam meraih suara di tingkat akar rumput.

Koordinator relawan, Adi, menyampaikan bahwa saat ini muncul perasaan tidak dihargai di kalangan tim lapangan. Ia menegaskan, relawan tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan.

“Kami tidak banyak menuntut. Yang kami minta itu sederhana: pengakuan. Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus mengakui adanya kerja keras tim yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di bawah,” ujarnya di sekretariat pemenangan.

Adi menilai, pengakuan tersebut penting untuk menjaga moral para relawan yang telah berjuang mengamankan kemenangan. Ia juga berharap adanya komunikasi terbuka agar isu keretakan tidak semakin melebar dan mengganggu stabilitas politik pasca-pemilihan.

Di sisi lain, dinamika ini disebut sebagai bagian dari proses transisi politik. Sumber dari lingkaran internal tim pemenangan menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada penataan administratif serta konsolidasi organisasi pasca-kemenangan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait keluhan relawan, pihak internal mengisyaratkan komitmen untuk tetap merangkul seluruh elemen masyarakat Bandung Barat tanpa terkecuali.

Pengamat politik lokal, Rahmat Hidayat, menilai gesekan antara relawan dan kandidat terpilih merupakan fenomena yang kerap terjadi setelah kontestasi politik. Menurutnya, tantangan terbesar bagi pasangan Jeje–Asep adalah mengelola ekspektasi relawan tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak relawan masih menunggu adanya ruang dialog formal dengan pasangan kepala daerah terpilih. Harapannya, komunikasi tersebut dapat meredam ketegangan dan mengembalikan soliditas untuk bersama-sama membangun Bandung Barat ke depan. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita