BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Lonjakan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 H Tahun 2026 mulai terasa signifikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (25/3/2026). Dalam 10 jam pertama pemantauan, lebih dari 25 ribu kendaraan terpantau melintas di dua titik krusial, yakni Padalarang dan Lembang.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat, tercatat sebanyak 25.512 kendaraan melintas sejak pukul 00.00 hingga 10.00 WIB. Arus kendaraan didominasi oleh kendaraan pribadi, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
Kepala Dishub Bandung Barat, Mochamad Ridwan Evi, melalui Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Didin Muslihudin, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif di dua titik strategis dengan karakteristik pergerakan yang berbeda.
“Padalarang dan Lembang menjadi fokus utama kami dalam pengawasan arus balik. Keduanya memiliki pola lalu lintas yang berbeda dan menjadi dasar pengambilan kebijakan di lapangan,” ujarnya.
Di Poskotis Padalarang, yang merupakan jalur vital penghubung arah timur–barat (Padalarang–Cianjur), tercatat sebanyak 16.191 kendaraan melintas. Dari jumlah tersebut, 9.765 kendaraan bergerak dari arah timur ke barat, sementara 6.426 kendaraan dari arah sebaliknya.
Komposisi kendaraan di kawasan ini didominasi sepeda motor sebesar 53 persen, diikuti mobil pribadi 29 persen. Sisanya merupakan kendaraan umum, angkutan barang, dan kendaraan dinas.
“Dominasi kendaraan pribadi menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi, baik untuk kembali ke tempat tinggal maupun melanjutkan perjalanan,” jelas Didin.
Sementara itu, di Poskotis Lembang, tercatat 9.321 kendaraan melintas. Sebanyak 5.902 kendaraan bergerak dari arah Bandung menuju Lembang, sedangkan 3.419 kendaraan dari arah sebaliknya.
Tingginya arus menuju Lembang mengindikasikan masih adanya aktivitas wisata maupun pergerakan warga ke kawasan utara. Di titik ini, sepeda motor mendominasi dengan persentase 57,03 persen, disusul mobil pribadi sebesar 29,46 persen.
“Selain mobilitas warga lokal, faktor wisata juga memengaruhi tingginya arus kendaraan menuju Lembang,” tambahnya.
Meski volume kendaraan meningkat tajam, kondisi lalu lintas di kedua titik tersebut terpantau masih relatif lancar tanpa kemacetan berarti. Dishub Bandung Barat pun telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan serta berkoordinasi dengan kepolisian guna menjaga kelancaran arus balik.
“Kami terus memantau perkembangan secara berkala. Jika terjadi lonjakan signifikan, rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan,” tegasnya.
Dishub Bandung Barat juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, memastikan kondisi kendaraan prima, serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap masyarakat bisa tiba di tujuan dengan aman dan selamat,” pungkasnya. (Fey)

