BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan lapangan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 di Balai Kota Bandung. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas para diplomat sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kebijakan dan inovasi yang diterapkan di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan para peserta Sesparlu merupakan diplomat berpengalaman yang telah bertugas lebih dari satu dekade. Selama beberapa hari ke depan, mereka dijadwalkan berada di Bandung hingga Kamis, 2 April 2026, untuk melakukan studi lapangan di berbagai sektor strategis.
“Mereka adalah para diplomat yang sudah bertugas lebih dari 10 tahun dan saat ini tengah meningkatkan kapasitas serta kompetensinya. Dalam beberapa hari ke depan, mereka akan melihat langsung bagaimana Kota Bandung berkembang,” ujar Farhan.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Bandung sebagai salah satu kota kosmopolitan yang memiliki daya tarik internasional. Para peserta akan mendalami berbagai aspek, mulai dari inovasi kebijakan publik hingga pengelolaan kota yang dinilai progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Farhan menegaskan, Kota Bandung terbuka untuk kolaborasi internasional, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri. Ia berharap para diplomat dapat membawa pengalaman serta praktik baik dari Bandung ke panggung global.
“Kami ingin Kota Bandung menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus mengingatkan dunia bahwa dari kota ini pernah lahir gagasan besar yang mengguncang dunia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sesparlu Kementerian Luar Negeri, Bhima Dwipayudhanto, menjelaskan bahwa kunjungan ini diikuti oleh 29 peserta dari total 30 diplomat yang tengah menempuh pendidikan tingkat lanjutan.
Ia menyebutkan, Bandung dipilih karena reputasinya yang telah dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai kota dengan berbagai keunggulan, mulai dari inovasi, pendidikan, hingga city branding.
“Kami ingin melihat langsung kebijakan Kota Bandung yang progresif, termasuk dalam bidang inovasi, ekonomi kreatif, pengelolaan lingkungan seperti waste to energy, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Bhima.
Selama kunjungan berlangsung, para peserta akan menjalani serangkaian agenda di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta lokasi strategis di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam tugas diplomasi ke depan.
Bhima berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para diplomat dalam mempromosikan potensi Indonesia, khususnya Bandung, di tingkat internasional.
Senada dengan itu, Duta Besar RI untuk Rumania sekaligus pembimbing kegiatan, Diar Nurbintoro, menegaskan bahwa Sesparlu merupakan jenjang pendidikan tertinggi bagi diplomat di Kementerian Luar Negeri.
Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam membekali peserta dengan perspektif langsung mengenai kebijakan daerah. Setiap angkatan memiliki tema berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.
“Kami berharap para peserta dapat menyerap pengalaman terbaik dari Kota Bandung, dan ke depan mampu mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan perwakilan Indonesia di luar negeri,” kata Diar.
Ia juga membuka peluang kerja sama timbal balik. Ke depan, para diplomat yang bertugas di luar negeri diharapkan dapat memfasilitasi kunjungan studi banding dari Pemkot Bandung, sehingga terjalin kolaborasi yang semakin erat di tingkat global. (Fey)

