Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Bansos Dibagikan di Kantor Desa Mekarsari Bandung Barat, Ribuan KPM Terima Manfaat

Bansos Dibagikan di Kantor Desa Mekarsari Bandung Barat, Ribuan KPM Terima Manfaat

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Pemerintah Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk periode Februari dan Maret kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Mekarsari ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi warga. Penyaluran bansos tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Mekarsari Krisono Hadi melalui Sekretaris Desa, Dudin Abdul Majid.

Sebanyak lebih dari 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa dua karung beras masing-masing 20 kilogram serta empat liter minyak goreng.

“Jumlah penerima sekitar 1.500 lebih KPM. Setiap penerima mendapatkan dua karung beras 20 kilogram dan empat liter minyak goreng,” ujar Dudin.

Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan selama dua hari. Untuk hari pertama, bantuan diambil langsung oleh penerima, sementara pada hari Senin mendatang pengambilan dapat diwakilkan.

Desa Mekarsari sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa yang tersebar di 11 RW dan 39 RT.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Bahkan sebelum pembagian dimulai pukul 08.00 WIB, masyarakat sudah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB.

“Respon masyarakat sangat antusias, dari pagi sebelum dibuka warga sudah penuh di lokasi,” katanya.

Namun demikian, keterbatasan kuota dari Dinas Sosial membuat masih ada warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum terakomodir.

Pihak desa memastikan akan kembali melakukan pendataan melalui RT dan RW untuk diajukan pada tahap berikutnya.

“Yang belum mendapatkan tapi sudah layak, nanti akan didata kembali untuk diajukan ke Dinas Sosial atau Kementerian Sosial,” jelasnya.

Selain itu, permasalahan ketidaksinkronan data antara pusat dan desa juga masih menjadi kendala. Dudin mengungkapkan masih ditemukan penerima bansos yang sebenarnya sudah meninggal dunia atau pindah domisili, namun masih tercatat sebagai penerima.

“Sudah dilaporkan beberapa kali, tapi masih ada data yang belum diperbarui. Bahkan yang sudah meninggal pun masih muncul datanya,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak desa telah mengusulkan pembaharuan data. Adapun mekanisme pengalihan bantuan bagi penerima yang sudah tidak layak atau telah meninggal dunia dilakukan melalui format khusus yang diisi oleh RT bersama pendamping sosial. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita