Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JOMBANG

Sowan DPRD Jatim di Jombang, Wiwin Sumrambah Dorong Ngaji Budaya Jadi Penguat Tradisi dan Keimanan

Sowan DPRD Jatim di Jombang, Wiwin Sumrambah Dorong Ngaji Budaya Jadi Penguat Tradisi dan Keimanan

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Upaya menjaga harmoni antara tradisi dan nilai keagamaan di tengah derasnya arus globalisasi terus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk para pemangku kebijakan. Hal ini tercermin dalam kegiatan sosialisasi dewan (Sowan) yang digelar anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, pada Jumat (24/4/2026) siang.

Bertempat di aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, kegiatan yang akrab disebut Solosmiran ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari masyarakat. Ratusan peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu dari berbagai desa di sekitar wilayah tersebut tampak memadati lokasi acara.

Mengusung tema “Ngaji Budaya sebagai Upaya Menjaga Tradisi dan Nilai Keagamaan”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi kebijakan, tetapi juga ruang dialog kultural yang mengangkat pentingnya pelestarian warisan lokal di tengah perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wiwin menekankan bahwa globalisasi membawa dampak ganda bagi masyarakat. Di satu sisi membuka akses informasi dan kemajuan, namun di sisi lain berpotensi menggerus nilai-nilai lokal yang telah lama menjadi identitas masyarakat.

“Budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat kita. Melalui ngaji budaya, kita diajak untuk memahami kembali akar tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual,” ujar Wiwin Sumrambah.

Ia menambahkan, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai tersebut di lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi.

“Dari rumah tangga lah karakter generasi masa depan dibentuk. Jika para ibu memiliki kesadaran budaya dan agama yang kuat, maka anak-anak juga akan tumbuh dengan identitas yang kokoh,” kata Wiwin, Legislator Jatim dari Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Melalui kegiatan Solosmiran ini, juga diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek dari perubahan global, tetapi juga mampu menjadi subjek yang aktif dalam menjaga dan merawat identitas budaya.

“Dengan demikian, nilai-nilai tradisi dan keagamaan tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan tradisi lokal. Sejumlah peserta menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap lunturnya budaya gotong royong, sopan santun, hingga praktik-praktik kearifan lokal yang mulai ditinggalkan generasi muda.

Salah satu peserta, Siti Aminah (45), warga setempat, mengaku kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Ia merasa mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dan nilai tradisional.

“Kami jadi lebih paham bagaimana tetap mengikuti perkembangan, tapi tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya dan religius,” singkatnya memungkasi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita