Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JOMBANG

Jaga Generasi Penerus Bangsa, Wiwin Sumrambah Tekankan Peran Keluarga dan Budaya Lokal

Jaga Generasi Penerus Bangsa, Wiwin Sumrambah Tekankan Peran Keluarga dan Budaya Lokal
Foto: Fa'iz _ kanalindonesia.com

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Maraknya pengaruh budaya luar dan penggunaan gadget yang tak terkendali jadi perhatian serius Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah. Ia menilai, kondisi ini berpotensi menggerus karakter generasi muda jika tidak diimbangi peran kuat dari keluarga.

Hal itu disampaikan Wiwin saat menggelar sosialisasi bertajuk “Ngaji Budaya Sebagai Upaya Menjaga Tradisi dan Nilai Keagamaan” di Aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Jombang, Selasa (28/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan ibu-ibu dan kader PKK dari berbagai desa.

“Kalau kita lihat sekarang, pergaulan anak-anak banyak yang mulai keluar dari nilai-nilai kita. Saya sering mendapat keluhan dari ibu-ibu soal perubahan perilaku anak yang terpengaruh tren dan budaya luar,” ujar Wiwin dalam sambutannya.

Menurutnya, derasnya arus modernisasi yang tidak diimbangi pengawasan justru membuat teknologi, khususnya gadget, lebih sering disalahgunakan. Padahal, perangkat tersebut seharusnya membantu proses belajar dan aktivitas positif.

“Teknologi itu alat bantu, tapi sekarang justru banyak dipakai untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Anak-anak jadi lebih pasif, waktunya habis untuk konten digital tanpa kontrol,” jelasnya.

Wiwin menilai dampak penggunaan gadget berlebihan tidak hanya memengaruhi perilaku, tetapi juga karakter hingga tingkat kecerdasan anak. Ia menyebut fenomena ini harus segera diantisipasi, terutama oleh orang tua.

Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal sebagai benteng utama. Orang tua, kata dia, harus kembali menjadi panutan dengan mengenalkan nilai budaya dan tradisi sejak dini.

“Mulai dari hal sederhana, seperti mengenalkan tradisi nenek moyang, membatasi penggunaan gadget, dan mengajarkan nilai-nilai agama di rumah,” katanya.

Lebih jauh, Wiwin juga mengingatkan bahwa lunturnya budaya lokal menjadi ancaman nyata di tengah perkembangan zaman. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga identitas budaya agar tidak hilang.

“Budaya dan tradisi kita jangan sampai terkikis. Ini tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Tak hanya soal sosial dan budaya, Wiwin juga menyinggung potensi ancaman perubahan iklim yang bisa berdampak pada kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan adanya kemungkinan fenomena El Nino ekstrem yang dapat memicu kemarau panjang.

“Kalau itu terjadi, dampaknya besar, terutama bagi pertanian dan ketersediaan air. Ini harus kita antisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong penguatan sektor ekonomi keluarga melalui dukungan terhadap UMKM serta menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Di akhir kegiatan, Wiwin mengajak para ibu untuk mengambil peran aktif dalam membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai keagamaan.

“Peran ibu sangat penting. Dari keluarga inilah masa depan anak-anak kita ditentukan,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta tampak antusias berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. (Fa’iz)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita