BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat, Asep Suhardi, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Dalam pernyataannya pada Rabu (13/5/2026), Asep menilai pemerintahan Jeje belum menunjukkan terobosan besar yang mampu membawa Bandung Barat keluar dari ketertinggalan.
Sebagai salah satu pendukung Jeje sejak awal, Asep mengaku menaruh harapan besar terhadap hadirnya inovasi dan kebijakan strategis yang dapat mempercepat kemajuan Kabupaten Bandung Barat. Namun hingga kini, ia menilai perubahan yang terjadi masih sebatas pekerjaan rutin yang lazim dilakukan setiap pemerintahan.
“Sampai hari ini saya baru melihat pekerjaan rutin seperti memperbaiki jalan dan sekolah. Itu penting, tetapi belum ada terobosan luar biasa yang benar-benar mengubah wajah Bandung Barat,” tegas Asep.
Pembangunan Dinilai Masih Berjalan Biasa
Menurut Asep, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan sekolah memang merupakan kewajiban dasar pemerintah daerah. Program tersebut, kata dia, akan tetap berjalan dengan atau tanpa pemekaran Kabupaten Bandung Barat.
Karena itu, keberhasilan pemerintah tidak bisa hanya diukur dari pelaksanaan program rutin, melainkan dari kemampuan menciptakan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan dan sekolah memang harus dibangun. Itu tugas rutin pemerintah. Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kebijakan yang visioner dan mampu menciptakan lompatan kemajuan,” ujarnya.
Bandung Barat Harus Sejajar dengan Daerah Lain
Asep menegaskan, cita-cita pemekaran Kabupaten Bandung Barat bukan sekadar membentuk wilayah administratif baru, tetapi menghadirkan percepatan pembangunan agar masyarakat di 16 kecamatan dapat menikmati kemajuan yang setara dengan daerah lain.
Ia menilai hingga saat ini Bandung Barat masih tertinggal dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, pelayanan publik, hingga kualitas tata kelola pemerintahan.
“Bandung Barat harus bisa sejajar dengan Soreang dan daerah lain. Faktanya, hari ini kita masih tertinggal,” katanya.
Kepercayaan Publik Dinilai Terus Menurun
Selain menyoroti minimnya terobosan, Asep juga menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah terus mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi itu terlihat dari respons masyarakat di media sosial yang cenderung pesimistis.
Ia mengatakan masyarakat menilai pemerintah dari hasil kerja nyata, bukan sekadar pencitraan atau janji politik.
“Masyarakat menilai dari kinerja. Kalau tidak ada terobosan yang dirasakan langsung, wajar jika kepercayaan publik terus menurun,” ujarnya.
Harapan Besar untuk Pembenahan Menyeluruh
Meski menyampaikan kritik keras, Asep menegaskan bahwa pernyataannya lahir dari rasa cinta terhadap Kabupaten Bandung Barat. Ia berharap pemerintahan Jeje segera melakukan evaluasi dan menghadirkan inovasi yang benar-benar berdampak.
Menurutnya, Bandung Barat dibangun melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar dari banyak pihak. Karena itu, daerah ini harus berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
“Bandung Barat lahir melalui perjuangan panjang. Jangan sampai daerah ini hanya menjadi catatan sejarah tanpa kemajuan yang nyata,” pungkasnya. (Fey)

