Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

PMII: Lingkungan Bandung Barat Rusak Tidak Bisa Ditutupi Panggung Seremoni

PMII: Lingkungan Bandung Barat Rusak Tidak Bisa Ditutupi Panggung Seremoni

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan di Kabupaten Bandung Barat dan kawasan Bandung Raya.

Melalui pernyataan aktivis PMII KBB, Deden Abdul Hamid, organisasi mahasiswa tersebut menegaskan akan menggelar aksi bertajuk “Kirab Sampah” dari Kabupaten Bandung Barat menuju Kantor Gubernur Jawa Barat pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Berbeda dengan kirab budaya yang menampilkan simbol kemewahan dan seremoni, kirab kali ini akan menggunakan motor roda tiga atau cator pengangkut sampah sebagai simbol realitas pahit yang setiap hari dihadapi masyarakat.

PMII menilai persoalan sampah kini bukan lagi isu kecil yang bisa ditutupi dengan slogan atau kegiatan seremonial belaka. Gunungan sampah, buruknya tata kelola lingkungan, serta minimnya keberpihakan anggaran disebut telah menjadi wajah nyata yang menghantui masyarakat.

“Hari ini mahkota yang paling nyata bukan lagi simbol kemegahan, tetapi sampah yang terus menggunung di berbagai sudut daerah,” tegas Deden Abdul Hamid.

Menurutnya, apabila pemerintah benar-benar serius ingin menata persoalan sampah, maka keberpihakan anggaran harus terlihat secara konkret, bukan sekadar pidato dan pencitraan politik.

PMII KBB mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar mengalokasikan minimal 3 persen dari APBD Provinsi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di seluruh Bandung Raya, khususnya Kabupaten Bandung Barat.

Anggaran tersebut dinilai penting untuk:

Menggaji satgas pengelolaan sampah di tiap RT/RW,
Menyediakan armada dan fasilitas pendukung,
Memperkuat sistem pemilahan sampah,
hingga membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.

PMII juga menyoroti bahwa persoalan lingkungan selama ini sering kali dibebankan kepada masyarakat kecil tanpa diiringi keberanian pemerintah dalam membuat kebijakan yang berpihak kepada solusi jangka panjang.

Kirab Sampah yang akan digelar nanti disebut bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk peringatan moral kepada pemerintah bahwa krisis lingkungan di Bandung Barat sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Kami ingin KBB menjadi Kabupaten Bahagia Bersama, bukan Kabupaten Berbagai Bencana,” pungkasnya.

PMII KBB menegaskan, lingkungan hidup tidak boleh terus menjadi korban dari lemahnya tata kelola dan minimnya keseriusan pemerintah dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin darurat dari tahun ke tahun. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita