Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Alih Fungsi Lahan Kian Masif, Alam Bandung Barat Dalam Ancaman

Alih Fungsi Lahan Kian Masif, Alam Bandung Barat Dalam Ancaman

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM – Kondisi alam di Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pantauan tim liputan kanalindonesia.com, Senin (25/5/2026), pembangunan perumahan di wilayah Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, terlihat semakin masif hingga mulai memenuhi kawasan perbukitan dan area pegunungan.

Pemandangan hijau yang sebelumnya menjadi daerah resapan air kini perlahan berubah menjadi deretan bangunan dan beton. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap ancaman kerusakan lingkungan serta potensi bencana di masa mendatang.

Alih fungsi lahan yang terus terjadi dinilai dapat memicu berbagai persoalan ekologis, mulai dari berkurangnya ruang terbuka hijau, menurunnya daya serap air, meningkatnya risiko banjir dan longsor, hingga rusaknya habitat satwa liar.

Pembangunan yang tidak disertai pengawasan ketat dan kajian lingkungan yang matang dikhawatirkan hanya akan meninggalkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar. Terlebih, kawasan perbukitan memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem dan daerah resapan alami.

Kerusakan lingkungan akibat pembangunan bukan lagi sekadar isu biasa. Deforestasi dan pengerasan lahan secara masif telah menjadi ancaman nyata yang dapat memicu krisis ekologis maupun sosial. Selain berdampak terhadap alam, proyek pembangunan skala besar juga kerap menggeser ruang hidup masyarakat.

Dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan terlihat jelas dalam beberapa aspek utama, di antaranya alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan perumahan, pencemaran lingkungan, hingga meningkatnya potensi bencana ekologis.

Limbah domestik maupun aktivitas proyek pembangunan berpotensi menurunkan kualitas air dan tanah. Sementara penggunaan alat berat serta meningkatnya aktivitas kendaraan turut menyumbang pencemaran udara yang memperparah pemanasan global.

Melihat kondisi tersebut, berbagai langkah dinilai perlu segera dilakukan untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan. Salah satunya dengan mendorong konsep pembangunan perumahan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Pengembang diharapkan menyediakan ruang terbuka hijau yang memadai, membangun sumur resapan dan biopori, serta memperhatikan keseimbangan tata ruang. Selain itu, gerakan penghijauan melalui penanaman pohon juga dinilai penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

Masyarakat pun didorong aktif mengawasi pembangunan dengan memastikan setiap proyek memiliki dokumen AMDAL dan izin lingkungan yang sesuai aturan. Jika ditemukan dugaan pelanggaran tata ruang, warga dapat melaporkannya kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kesadaran bersama menjaga lingkungan menjadi kunci utama agar pembangunan tidak berubah menjadi ancaman bagi generasi mendatang. Bandung Barat membutuhkan pembangunan, namun alam dan keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita