“Saya mengucapkan terima kasih kepada Komisi III yang rajin turun ke lapangan. Tetapi masyarakat menunggu hasil konkret dari sidak tersebut. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Harus ada langkah nyata berupa evaluasi terhadap izin-izin pembangunan yang berpotensi mengganggu kawasan pertanian, perkebunan maupun perbukitan,” tegasnya.
Asep Ado juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan pembangunan perumahan yang berpotensi mengurangi daya dukung lingkungan.
Menurutnya, keberanian melakukan evaluasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menyelamatkan kawasan Bandung Barat dari ancaman kerusakan lingkungan dan risiko bencana di masa mendatang.
“Pertumbuhan pembangunan memang penting untuk ekonomi daerah. Tetapi perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai generasi mendatang menanggung dampak akibat lemahnya pengawasan dan perencanaan pembangunan hari ini,” pungkasnya. (Fey)

