Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANTEN

Insiden Dua orang Anggota Brimob Polda Banten Dibacok Debt Collector

Insiden Dua orang Anggota Brimob Polda Banten Dibacok Debt Collector

BANTEN, KANALINDONESIA.COM : Insiden berdarah kembali mewarnai praktik penarikan kendaraan oleh debt collector. Dua anggota Brimob Polda Banten mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/6/2026) malam.

Peristiwa yang semula diduga bermula dari upaya penarikan kendaraan oleh sekelompok debt collector itu berubah menjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan aparat kepolisian menjadi korban. Kedua anggota Brimob yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kondisi kedua korban terus dipantau oleh tim medis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok debt collector diduga telah memantau kendaraan yang menjadi target penarikan sejak sore hari. Ketegangan mulai terjadi saat pihak-pihak yang terlibat bertemu di lokasi dan terlibat adu mulut.

Situasi kemudian memanas hingga berujung bentrokan fisik. Dalam keributan tersebut, dua anggota Brimob diduga menjadi sasaran pengeroyokan dan serangan menggunakan senjata tajam.

Akibat serangan itu, seorang anggota Brimob mengalami luka serius di bagian kepala, sementara rekannya mengalami luka pada bagian lengan. Keduanya segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Tim medis bahkan harus melakukan tindakan intensif, termasuk transfusi darah, guna menstabilkan kondisi para korban. Hingga Rabu pagi, kedua anggota Brimob masih berada dalam pengawasan ketat tenaga kesehatan.

Usai kejadian, personel Brimob lainnya bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri. Berbekal informasi dari masyarakat, aparat berhasil melacak kendaraan yang digunakan kelompok tersebut.

Pengejaran akhirnya berakhir di kawasan dekat Gerbang Tol Serang Barat. Polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut beserta kendaraan yang digunakan saat kejadian.

Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik kini masih mendalami peran masing-masing pihak serta menyusun kronologi lengkap insiden tersebut.

Selain mengusut dugaan penganiayaan dan pembacokan, penyidik juga menelusuri legalitas proses penarikan kendaraan yang dilakukan kelompok debt collector tersebut. Polisi akan memastikan apakah tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan hukum atau justru mengandung unsur pidana.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik terkait maraknya praktik penagihan utang dan penarikan kendaraan yang kerap memicu konflik di lapangan. Kepolisian menegaskan bahwa setiap proses penarikan kendaraan harus dilakukan sesuai prosedur hukum dan tidak boleh disertai intimidasi maupun tindakan kekerasan.

Polda Banten memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Penulis : Olist Pasha

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita